oleh

Emil Libatkan Kaum Milenial Dalam Pembangunan Birokrasi 3.0

BANDUNG, Dialograkyat–Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, guna mempercepat dan mensukseskan beberapa program Strategis Jawa Barat, Pemdaprov Jabar melibatkan kalangan Generasi Muda/ kaum Milenial yang tergabung dalam Jabar Innovation Fellowship (JIF).

Menurut Emil, pihaknya sengaja melibatkan Generasi muda (JIF-red) dalam pembangunan di Jabar, karena Pemdaprov Jabar berkomitmen menerapkan Birokrasi 3.0 atau birokrasi dinamis yang responsif, adaptif, inovatif, terbuka, dan profesional dalam melayani warga Jawa Barat.

JIF adalah program magang yang diinisiasi Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat untuk memberikan ruang bagi generasi muda berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Nantinya, generasi muda akan terlibat dalam pengembangan dan penyelenggaraan program-program strategis Jawa Barat.

“Gagasan yang relevan dibutuhkan saat ini. JIF jadi salah satu upaya menjadikan Jawa Barat wajah dari Indonesia, jadi yang terdepan, untuk itu perlu melibatkan dan diberikan ruang bagi kalangan Generasi muda/ Milenial, ” kata Emil kepada wartawan usai memberikan Pengarahan kepada peserta JIF di Gedung Sate, Rabu, (17/7-2019).

Dikatakan, JIF sendiri merupakan salah satu contoh penerapan teori pentahelix (unsur pemerintah, masyarakat atau komunitas, akademisi, pengusaha, dan media). Yang mana pihak lain di luar pemerintah dapat berkontribusi dalam pembangunan Jawa Barat.

“Untuk itu, Pemprov Jabar menawarkan kesempatan magang bagi mahasiswa dan profesional muda untuk berkontribusi bagi Jawa Barat,” ucapnya.

“Mari lebih kompetitif, mari kita solutif, mari berinovasi, mari berkaselerasi,” lanjutnya.

Emil juga mengatakan bahwa tujuan digelarnya JIF adalah untuk mencari aspiran muda yang memiliki gagasan untuk membangun bangsa. Selama JIF, peserta dapat mempelajari ilmu kepemimpinan dengan mengikuti kegiatan rapat-rapat kedinasan.

“Saya berharap JIF bisa menjadi tempat pendidikan terbaik untuk mempersiapkan dan mengasah generasi muda menjadi inovator yang kompeten dan profesional pada masa mendatang. “Jadilah inisiator, jadilah akselerator,” katanya.

JIF dibagi menjadi 16 Sub Bidang sesuai dengan kebutuhan dari Pemdaprov Jawa Barat. Kemudian, sebanyak 30 peserta terpilih akan ditugaskan di Sub Bidang tersebut selama periode fellowship pada 1 Juli-1 November 2019.

Sementara itu, ditempat yang sama Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jabar Engkus Sutisna mengatakan, kedatangan Generasi muda /JIF ke Gedungsate ini menghadap pak Gubernur untuk menerima pengarahan langsung dari Pak Gubernur.

Pemuda magang yang tergabung dalam JIF ada sebanyak 30 orang yang merupakan hasil seleksi dari 793 orang yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, karena pendaftarannya dilakukan secara online. Jadi bukan aja dari Kab/kota di Jabar, ungkap Engkus.

Perlu dicatat bahwa keberadaan JIF langsung dibawah perintah pak Gubernur, sedangkan bagi Dispora Jabar sebagai mitra kerja.

Dikatakan, ada 2 orang JIF yang ditugas magangkan di kantor Dispora Jabar, bagi meraka yang ditugaskan di Dispora, mereka berdua dapat mengetahui birokrasi dalam menentukan kebijakan, merancang sebuah program. Nah itukan meruapakan pengalaman yang baru bagi mereka.

Namun, disisi lain bagi kami (Dispora-red) tentunya berharap keberadaan JIF sebagai kalangan Milenial yang tentunya berbeda cara pandang, dari segi keilmuan, dan juga berbeda jaman kehidupan, makanya kita butuh masukan-masukan atau berbagi ilmu teknologi kekinian. Sehingga dapat membantu dalam menyelesaikan berbagai program strategis dengan cepat, efektif, efisien, tandasnya. (Sen/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed