oleh

Citilink Hentikan Sementara Tiga Rute Penerbangan Dari BIJB Kertajati

BANDUNG, Dialograkyat–DPRD Jawa Barat,  menyayangkan dan menyesalkan sikap pihak Citilink yang menarik diri dan menghentikan sementara tiga rute penerbangan dari dan ke BIJB Kertajati –Medan; Kertajati- Denpasar dan Kertajati- Palembang.

Menurut Wakil Ketua Komisi IV DPRD Jabar, H. Daddy Rohanady, sikap penghentian sementara tiga rute penerbangan tersebut oleh pihak Citilink tidak seharusnya dilakukan. Hal ini mengingat sudah ada kesepakatan bersama antara PT.BIJB, PT.Angkasa Pura II dan Citilink dalam mendukung dan mendorong menggeliatkan penerbangan dari dari dan ke BIJB Kertajati.

“Dengan penghentian sementara tiga rute penerbangan oleh Citilink terhitung Jum’at, 26 Juli 2019 lalu, menunjukan sikap ketidak konsistenan pihak manajemen Citilink dalam mendukung dan menggeliatkan keberadaan dan pengembangan BIJB Kertajati. Padahal, Citilink adalah anak perusahaan penerbangan Garuda Indonesia”, ujar Daddy Rohanady melalui telp selulernya, Selasa (30/7-2019).

Adapun alasan pihak manajemen Citilink menghentikan sementara tiga rute penerbangan Kertajati- Medan; Kertajati-Denpasar dan Kertajati-Palembang, menurut Sekratris perusahaan BIJB Arif Budiman, karena Low Season (Penumpang Sepi). Maka terhitung tanggal 26 Juli 2019, ketiga rute tersebut dihentikan sementara. Sedangkan dua rute lagi yaitu Kertajati-Pekanbaru dan Kertajati Surabaya tetap, tidak dihentikan.

Apapun, alasan pihak manajemen Citilink, tidak seharusnya bersikap demikian, karena perjuangan kita (Pemprov dan DPRD) dalam mewujudkan Bandara Kertajati tidak mudah, apalagi sudah menghabiskan anggaran ratusan milyar dari APBD Jabar. Mulai dari pembebasan lahan, pembangunan sarana-prasarana sampai pembangunan infrastruktur penunjang, sesalnya.

Daddy juga mengakui, memang sampai saat ini infrastruktur penunjang kelancaran transportasi darat menuju dan dari BIJB Kertajati menggunakan Tol Cipali. Hal ini karena Tol Cisumdawu belum juga tuntas.

Dikatakan, Jalan Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) yang panjangnya mencapai 60,47 KM, saat ini kendalanya karena seksi IV, V dan VI saat ini masih dalam proses pembebesan lahan. Jadi mana mungkin dilakukan pembangunan fisik, wong pembebasan lahannya aja belum beres, tegasnya.

Sebenarnya, DPRD Jabar kata Daddy, sudah beberapa kali meminta pihak Pemprov Jabar dan Kementerian PUPR agar dapat mempercepat pembebasan lahan dan pembangunan Tol Cisumdawu. Karena semakin cepat selesainya Tol Cisumdawu, tentunya sangat mendukung kelancaran transportasi darat atas keberadaan BIJB Kertajati.

Keberadaan Jalan Tol Cisumdawu yang merupakan akses menuju BIJB Kertajati akan meningkatkan mobilitas barang, jasa dan manusia dari Selatan-Utara Jawa Barat, Hal ini karena menghubungkan Tol Purbaleunyi dengan jalan Tol Cikopo – Palimanan (Cipali) yang telah beroperasi.

Semakin meningkatnya jumlah penumpang tentunya frekwensi penerbangan juga meningkat, sehingga secara tidak langsung dapat lebih menghidupkan perekonomian masyakarat pantura, dan menambah PAD bagi APBD Jabar, tandasnya. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed