oleh

Dilanda Kekeringan, Warga Kecamatan Penukal Gelar Salat Minta Hujan

PALI | Dialog Rakyat – Musim kemarau yang terjadi di wilayah Sumatera saat ini membuat sebagian warga kesulitan mendapatkan air bersih. Terkait itu, ratusan warga Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sumsel, melaksanakan Shalat Istisqo atau meminta hujan di halaman Kantor Kecamat Penukal Kabupaten PALI.

Shalat minta hujan ini dilakukan karena dari setiap Desa di kecamatan Penukal telah mengalami kekeringan. Akibatnya, warga kesulitan mendapatkan air bersih hingga lahan pertanian kebun karet warga tidak banyak lagi menghasilkan.

“Menurut laporan data yang ada di  5 kecamatan yang kekeringan. Makanya Pemuka agama  dengan Pemerintah Kecamatan Penukal, KUA Penukal, Polsek Penukal Abab, TNI dan masyarakat, melaksanakan shalat Istisqo pada hari ini, bahwa intinya kita meminta hujan,” kata Camat Penukal, Kusteti,SE, usai melakukan shalat Istisqo, Senin  (23/9/2019).

Camat, menyebut di wilayah Kecamatan Penukal hampir semua masyarakat telah mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih.

Camat minta, masyarakat yang sumurnya masih terdapat air, diharapkan dapat saling membantu kebutuhan air bersih bagi tetangga dan masyarakat sekitarnya, pintanya

Shalat Istisqo ini digelar setelah hampir Empat bulan belakangan ini dilanda kekeringan, yang berakibat terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) disertai kabut asap.

“Saat ini, kabut asapnya sudah terlalu pekat. Kami shalat untuk meminta hujan kepada Allah SWT,” kata Kepala (KUA) Kecamatan Penukal, Sohlidin, S.A.G, saat pimpin shalat.

Dia berharap, hujan dapat segera turun sehingga bencana kabut asap yang disebabkan oleh tangan manusia bisa teratasi.

Salah seorang warga Desa Babat Ran mengaku, kabut asap yang terjadi saat ini merupakan yang terparah sejak di tahun tahun yang lalu.

” Kabut asap yang ditimbulkan dari lahan gambut yang terbakar akan sangat berpengaruh terhadap pernapasan,” ucap dia.

Menurut dia, kebakaran hutan dan lahan kebun karet warga di Desa Babat, seperti kemaren terjadi sudah hampir 15 hektar (Ha) lebi. Selain karena memang tidak ada hujan, pencegahan yang dilakukan warga juga tidak maksimal. (Jon)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed