oleh

PUSLABFOR Bareskrim Polri Tingkatkan Kemampuan Pemeriksaan Dokumen dan Uang Palsu

DEPOK | Dialog Rakyat – Bareskrim Polri menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kemampuan Pemeriksaan Teknik Cetak Guna Mendukung Pemeriksaan Dokumen Produk Cetak dan Uang Palsu pada Bidang DOKUPALFOR. Pelatihan dilaksanakan di jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan, Politeknik Negeri Jakarta pada 25 – 27 November 2019.

Pelatihan ini diikuti 17 anggota PUSLABFOR Bareskrim Polri. Dengan belajar langsung, peserta diharapkan lebih paham tentang teknologi cetak dan tentunya dapat mengetahui ciri-ciri barang bukti yang diduga dipalsukan dengan teknik cetak.

Pada hari pertama ada pembekalan yang diberikan oleh konsultan teknik cetak, Untung Raharjo, A.Md.Graf dan Perwakilan Peruri tentang dokumen negara dan uang di Hotel Santika, Depok.

Pada hari kedua, peserta dibagi dalam dua kelompok. Peserta mempelajari tentang  material berupa kertas dan teknik cetak di Lab Cetak dan Lab. Bahan Material TGP.

“Baru pertama kali mendapat ilmu yang begini. Secara garis besar, pengajar dari PNJ sangat bagus menjelaskan dan langsung praktik juga,” ujar Kompol Agung Kristiyano, ST, salah satu peserta pelatihan.

Lima instruktur Teknik Grafika dan Penerbitan yang melatih peserta, Saeful Imam, S.T.,M.T., Muryeti, M.Si., M., Budi Gunawan, A.Md.Graf., Untung Raharjo, A.Md.Graf., dan HB. Rudi Kusumantoro, M.Sc.Eng.

“Pelatihan dengan pihak luar menurut saya bukti bahwa pihak eksternal mengakui kemampuan dari PNJ khususnya prodi Teknik Grafika dan TICK. PNJ diberikan kepercayaan, PUSLABFOR mengirimkan SDM-nya untuk belajar di PNJ. Dengan instruktur dari PNJ artinya secara tidak langsung/langsung PUSLABFOR mengakui kemampuan dari prodi ini dan lulusan PNJ dianggap mampu bekerja di bidang mereka.” ujar Direktur Politeknik Negeri Jakarta, Abdillah, S.E.,M.Si.

Karena tugas pokok PUSLABFOR memeriksa barang bukti dalam penyidikan kasus pidana untuk mengungkap pelaku sedangkan teknologi cetak terus berkembang, Komisaris Besar Polisi, Ir. Agus Budiharta berharap dapat terus berkoordinasi dengan PNJ untuk mengungkap kasus-kasus tersebut. (Poppy Fadhilah).

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed