oleh

Coba Kabur, Terpaksa Peluru Tim Tigers Satreskrim Polres Lahat Terjang Kaki Pelaku Pembunuhan

Jurnalis: Baraf Dafri. FR

LAHAT SUMSEL, dialograkyat – Dalam hitungan jam, Kapolsek Jarai beserta anggotanya dan Tim Tigers Satreskrim Polres Lahat berhasil menangkap pelaku pembunuhan yang terjadi ketika perkelahian antar kelompok tak jauh dari acara Orgen Tunggal (OT) berlangsung di Desa Tertap, Kecamatan Jarai.

Hal itu terungkap saat Kapolres Lahat, AKBP Irwansyah SIK MH CLA didampingi Wakapolres Kompol Budi Santoso SSos, Kasat Reskrim AKP Herry Yusman SH MH, Kanit Pidum Ipda Nugrah Angga O SH dan Humas Polres Iptu Sabar menggelar konfersi pers di Mapolres Lahat, Rabu (8/1/2020).

Di hadapan awak media, Irwansyah menjelaskan bahwa setelah digelar operasi penangkapan pada Selasa 7 November 2020 sekira pukul 11.30 Wib, tersangka Yoga (19) warga Kota Pagaralam ini digiring ke Mapolsek Jarai dan saat diintograsi singkat pelaku membantah telah melakukan pembunuhan ketika Selasa dini hari sebelumnya. Namun setelah di perlihatkan barang bukti dan dijelaskan keterangan saksi, akhirnya mengakui perbuatannya.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dibawa Tim Tigers ke Mapolres Lahat dan ditengah perjalanan Yoga minta diturunkan karena tidak tahan mau buang hajat. Rupanya alasan tersebut hanya akal bulusnya, karena ketika turun dari mobil langsung lari yang diberi tembakan peringatan tiga kali tidak dindahkan. Terpaksa dengan terukur dan terarah senjata diarahkan melumpuhkan kakinya,” jelasnya.

Saat diperiksa penyidik, tambahnya, tersangka mengaku telah membunuh korban dengan tangannya sendiri dalam keadaan mabuk minuman keras dan dikarenakan ketika perkelahian itu hendak membantu temannya yang dalam keadaan terdesak penyerangan kelompok musuhnya.

“Pengakuan tersangka ini masih kami dalami dan atas kejadian pembunuhan saat acara OT berlangsung tersebut kami akan meningkatkan pengawasan dan razia minuman keras disekitar lokasi perayaan itu,” ujarnya.

Lebih lanjut Kapolres berharap kepada masyarakat Kabupaten Lahat agar tidak lagi membawa pisau dipinggang dan himbauan Bupati Lahat secara tertulis terhadap pelaksanaan acara OT juga agar diindahkan demi ketertiban dan kenyamanan bersama.

Seperti yang pernah di beritakan media ini, acara hiburan OT yang diadakan Kepala Desa Tertap, Kecamatan Jarai dipastikan tidak mengantongi Surat Izin Keramaian alias Ilegal dan tak jauh jaraknya menjadi lokasi keributan antar kelompok pemuda hingga mengakibatkan satu orang meninggal dunia dini hari tadi sekira pukul 01.30 Wib.Kepastian acara OT tanpa izin dengan jarak sekitar 200 meter menjadi lokasi keributan itu diungkapkan Kapolres Lahat, AKBP Irwansyah SIK MH CLA saat dikonfirmasi media ini melalui Kapolsek Jarai, Iptu Hendrinadi SH MH ketika dihubungi Aplikasi WhatsApp pribadinya, Selasa (7/1/2020).

Dijelaskan Hendrinadi, pihaknya telah mengumpulkan berbagai keterangan dan informasi hingga terungkap sebelum terjadi keributan, awalnya saksi Aries (22) dan Frengki (22) bertemu dengan korban, Yansah (23) sedang menyaksikan acara OT di Desa Tertap, Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat. Sementara kedua saksi dan korban itu warga Desa Sawah, Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang.

“Saat sedang nonton acara OT, kedua saksi tersebut mendapat informasi bahwa kelompok korban akan melakukan perkelahian dengan kelompok pelaku yang berlokasi sekitar 200 meter dari gelaran OT berlangsung. Setelah kelompok korban tiba di wilayah keributan yang dijanjikan, ada salah satu warga yang menegur agar tak terjadi perkelahian, namun tak digubris oleh mereka,” tambahnya.

Adu mulut, sambung Hendrinadi, kedua kelompok pemuda saling emosi hingga perkelahian tak terelakan lagi dan saksi melihat dari kelompok pelaku yang mengenakan jaket kuning mengeluarkan senjata tajam dari pinggangnya lalu dengan cepat menusuk tubuh korban berkali kali hingga korban terjatuh ke tanah.

“Melihat korban tersungkur, saksi langsung memberikan pertolongan untuk menyelematkan korban hingga dilarikan ke Puskesmas Jarai. Namun setiba di puskesmas, korban menghebuskan nafas terakhir dengan luka tusuk sebanyak lima lobang. Diantaranya, tiga lubang di bagian perut sebelah kiri dan satu lubang di bagian pundak sebelah kanan serta satu lubang di bawah ketiak sebelah kanan,” bebernya.

Lebih lanjut, dikatakan kapolsek, guna penyidikan lebih lanjut, sesuai dengan LP bernomor : LP/ A/ 01 / I / 2020 / Sumsel / Re. Lht / Sek. Jarai, Tanggal 07 Januari 2020, saat ini barang bukti berupa satu buah pisau dengan ukuran panjang lebih kurang 30 cm dengan menggunakan gagang kayu warna coklat tanpa sarung telah diamankan di Mapolsek Jarai. 

“Kami juga telah membentuk Tim untuk mengungkap dan menangkap tersangka tindak pidana pembunuhan dan atau penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi ini masuk dalam Pasal 338 KUHP Primer dan atau 351 KUHP. ***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed