Oleh Soleh : Lumbung Pangan Desa Upaya Mencegah Krsis Pangan

BANDUNG | Dialog Rakyat | Wakil Ketua DPRD Oleh Soleh mengatakan semua sudah mengetahui corona virus disease 2019 (Covid-19) mengancam kesehatan anak bangsa yang berujung pada melemahnya mobilitas ekonomi.

Menurut Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) adapun ancaman paling mengerikan bagi kehidupan manusia dengan bertahannya virus tersebut di muka bumi adalah krisis pangan.

Agar tidak terjadi hal yang sangat mengerikan, lumpuhnya produktivitas pangan desa, jalan keluarnya adalah aktivitas lumbung pangan desa.

“Saya langsung saja pada solusi. Tidak lain jalan keluarnya adalah aktivasi lumbung pangan desa. Jangan sampai pergerakan ekonomi secara keseluruhan lumpuh, produksi pangan di desa-desa terhenti yang berujung pada kosongnya lumbung pangan. Jangan sampai hal mengerikan ini terjadi kalau kita tidak mau mengalami krisis pangan,” ucapnya, Kamis (28/5/2020).

Oleh yang juga Wakil DPW PKB Jabar berharap, Pemprov Jabar selain menekan penyebaran virus, juga harus segera mewujudkan program lumbung pangan desa tersebut.

Dalam kaitan ini, Dinas Pertanian serta OPD terkait, Sekda, dan Gubernur Jawa Barat harus segera membahasnya dengan legislatif sebelum cadangan pangan di Jawa Barat khususnya terkikis oleh pandemi mematikan ini.

“Saya kira itulah yang dimaksud dengan new normal di bidang pertanian sebagai strategi penyelamatan suplay kebutuhan pangan kita,” ujar Oleh.

Di sisi lain, kata Oleh, aktivasi lumbung pangan desa dapat dipastikan akan membutuhkan banyak tenaga kerja, dari buruh tani sampai tenaga-tenaga pengolah bahan pangan pra maupun pasca panen.

“Warga yang tadinya mengandalkan pekerjaan di kota kan bisa produktif di kampungnya sendiri. Lalu apakah ini berpengaruh pada penyebaran Virus Corona? Ya jelas pengaruhnya sangat positif. Urbanisasi bisa diminimalisasi, risiko orang terpapar virus bisa dikurangi, stok pangan untuk menyuplai kebutuhan orang banyak bisa dicapai,” ucapnya.

Terlebih, beberapa negara Asia seperti Vietnam telah menghentikan ekspor pangannya, terutama beras ke Indonesia. Artinya, semua pihak mau tidak mau harus sesegera mungkin memperkuat sektor pertanian.

“Iya, tunggu apa lagi? Negara-negara tetangga sudah enggan menjual hasil pangannya karena mungkin mereka juga berpikir untuk menyelamatkan stok pangannya sendiri,” pungkasnya. (dnd)

Komentar