Di Sana Bukan Di sini

Oleh Idat Mustari
“Pengamat Sosial dan Agama, Pengurus Kadin Jabar”

Sekarang kita hidup di bumi (disini) tapi ini adalah perjalanan sesaat, sebentar saja. Kita boleh melakukan apa saja di sini, tapi akan dibalas oleh KeadilanNya di sana (akherat). Kita adalah manusia yg hidup di bumi tapi terikat oleh langit.  Kebahagiaan yg kita harapkan bukan saja tuk disini tapi juga kelak disana.

Jika kebaikan yg kita kejar adalah hanya berharap balasan di sini, maka pasti tak ada semangat kita berbuat kebaikan, sebab tak selamanya kebaikan yg kita lakukan beroleh balasan di sini. Sebab sejatinya kebaikan yg kita tabur di sini, pasti akan dibalas olehNya di sana.

Seorang muslim tidak dilarang menjadi orang kaya di bumi, tapi jangan sampai ia miskin bahkan bangrut di sana. Seorang muslim tak boleh kecewa dan putus asa dengan kemiskinan yg menimpanya di bumi, sebab kesabarannya dalam menjalaninya akan di balas oleh limpahan Karunia-Nya di sana.

Boleh jadi seseorang terhormat, mulia, dieluk elukan manusia di sini, tapi di sana dicampakan, dihinakan dalam kubangan api neraka. Sebaliknya boleh jadi seseorang yg dianggap biasa-biasa saja di sini, tapi di sana terhormat dan duduk dalam barisan para nabi.

Kebohongan, kezaliman yg kita lakukan di sini, boleh boleh saja bebas bahkan tak seorang pun yg mampu mengadilinya, tapi tidak, di sana, perbuatan sekecil biji atom pun akan di balas oleh Allah Pemilik Keadilan.

Kualitas ketakwaan seseorang diukur seberapa besar kualitas kepercayaannya, keyakinannya pada kehidupan di sana. Carilah karunia Allah seluas luasnya selama hidup di sini tapi jangan pernah lupakan bekal untuk di sana.

Untuk ini semua kita pun berdoa

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari siksa neraka.” (QS. al-Baqarah : 201).

Komentar