oleh

Proyek Saluran Drainase di Alun-Alun Banjarsari, Diduga Lemah Pengawasan

CIAMIS | Dialog Rakyat | Pembangunan saluran drainase, alun-alun banjarsari, kecamatan banjarsari kabupaten ciamis, jawabarat, lagi-lagi menjadi perbincangan warga, Warga sekitar menduga, proses pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan spek yang sudah di tentukan oleh pihak perencana dinas terkait.

Seperti yang di ungkapkan oleh ,Adi winarno salah satu warga banjarsari, mengatakan
“pihakanya mengaku, selalu memantau proses pekerjaan proyek, pembangunan saluran drainase yang menelan anggaran senilai Rp. 717,525,000.

Menurut Adi, sejak awal mulai penggalian, sampai ketahap pemasangan U-ditch, dirinya merasa aneh, karna dalam pemasangan nya tidak di lakukan pemasangan lantai kerja dulu

“menurut Adi winarno, seharusnya, sebelum pemasangan U-ditch, terlebih dahulu, tanah bagian dasar itu di stemper dulu, agar kondisi tanahnya stabil, ungkapnya.

Baca Juga  Lima Hari Dinyatakan hilang, Dua ABG Asal Desa Cikaso Banjaranyar, Berhasil Ditemukan.

Masih kata Adi, setelah dilakukan pemadatan, barulah ke proses tahap pembuatan lantai kerja, hal itu, untuk menjaga U-ditch agar tidak amblas di kemudian hari.. Pungkasnya..

Senada dengan Adi, ketua karang taruna banjarsari ,Boby juga mengatakan,..

“sebenarnya pihaknya juga ingin sekali bertemu dengan pihak perusahaan, namun untuk bertemu dengan pihak perusahaan, Boby mengaku sulit, tuturnya.

“sama halnya juga dengan pengawas, atau konsultan dari dinas tetkait, sampai saat ini, kami belum pernah bertemu dengan mereka, padahal, hampir setiap hari anggota kami selalu stenby di lokasi.. Tambahnya..

“Sementara itu kasi pengelolaan dan pengembangan, sistem Air minum ,Air limbah, dan Drainase Dinas pengerjaan umum, penataan Ruang dan pertanahan kabupaten ciamis, Remi setiawan Tjumardi ST, Msi, Ketika di temui di kantornya, Kamis 22/10/2020.

Baca Juga  Bhabinkamtibmas Bersama Relawan Covid -19 Desa Cikaso Bagikan Masker Kepada Warga

Pihaknya mengaku tidak mengetahui, adanya permasalahan tersebut, pasalnya selama ini pihaknya selalu berkordinasi dengan pengawas atau konsultan mengenai progres pekerjaan tersebut.

“Remi juga menambahkan seharusnya dalam proses pemasangan U-dutch, harus terlebih dulu dipasang lantai kerja ,dan seharusnya tanahnya terlebih dulu, di lakukan pemadatan, agar kondisi tanahnya setabil dan padat,”jika tidak ada lantainya di hawatirkan bakal terjadi amblas,”ungkapnya.

“Remi juga mengatakan, dalam waktu dekat, kami akan terjun langsung kelapangan untuk mengecek secara langsung kelokasi pekerjaan, skaligus akan memanggil pihak rekanan CV polos serta konsultan”, Ujarnya.
(T/Kaswanto)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed