Psikolog Sebut Pertanyaan “Kapan Nikah” Bentuk Perhatian Kerabat

Dialog Rakyat | Meskipun mungkin hanya sekadar basa-basi, beberapa orang bisa dibuat tidak nyaman dengan pertanyaan mengenai pasangan.

Menurut psikolog Veronica Adesla, MPsi dari Ohana Space, pertanyaan semacam itu bisa jadi adalah bentuk dari niat baik si penanya dan bentuk perhatian seseorang terhadap kerabatnya.

Biasanya, tolak ukur dari kebahagiaan secara normatif adalah ketika seseorang sudah mempunyai pasangan atau menikah. Ini juga dianggap sebagai pencapaian usia dewasa.

Jika tidak nyaman dengan pertanyaan yang dilontarkan, Veronica memberikan tips untuk menjawabnya.

Komentar