JAKARTA | Dialog Rakyat | Sekarang, ada modus licik dari opang untuk mendapatkan penumpang. Perseteruan ojek pangkalan dan ojek online ternyata masih belum selesai.
Seorang wanita bernama Okta menceritakan pengalamannya dipalak oleh opang. Awalnya, Okta memesan ojol dan berjalan menuju titik penjemputan. Di sana, dia melihat ada ojek yang memanggil-manggil dirinya.
Cerobohnya, Okta langsung menyebutkan pesanan atas namanya dan langsung diiyakan oleh ojek itu. Di perjalanan, keanehan mulai terjadi. Ojek itu tidak tau tujuannya ke mana dan malah bertanya soal tarif.
Okta yang kebingungan pun langsung mengecek aplikasi. Ternyata, drivernya sudah menunggu dan bertanya lokasinya. Tania baru sadar kalau dia kena modus licik ojek pangkalan.

Apalagi, dia kena dimintai bayaran hingga Rp100 ribu, padahal tarif di aplikasi hanya Rp28 ribu.
Okta memutuskan tidak melanjutkan perjalanan hingga tujuannya dan memberi bayaran Rp50 ribu. Okta rela membayar lebih daripada dikejar dan dipukul.
Sayangnya, Okta tidak bisa mengidentifikasi ojek itu karena wajahnya ditutup dengan kupluk dan plat belakang motornya tidak ada.
Belajar dari pengalaman Okta, sekarang sebaiknya kamu jangan memastikan nama dan tujuan lebih dulu. Biarkan driver yang memastikan duluan untuk mencegah kejadian seperti ini terulang kembali.






Komentar