Langgar Kode Etik, Tiga Anggota Polres Jakarta Utara di PTDH

JAKARTA | Dialog Rakyat | Karena terbukti melakukan pelanggaran disiplin dan kode etik Polri, tiga personel Polres Metro Jakarta Utara diberhentikan tidak dengan hormat melalui apel PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat) yang digelar di Halaman Mako Polres Metro Jakarta Utara, Selasa (19/12/2023).

Ketiga personel yang di PTDH yakni MYS pangkat Brigadir dan R pangkat Bripka tersangkut kasus narkoba, dan S karena tidak masuk tanpa keterangan.

Apel PTDH dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Gidion Arif Setyawan yang diikuti oleh seluruh personel Polres Metro Jakarta Utara.

Dalam arahannya, Kapolres mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

“Terlaksananya apel ini karena telah melewati tahapan-tahapan sesuai dengan perundangan-undangan yang berlaku,” ujar Kapolres.

Ia menyebutkan bahwa ketiganya melanggar kode etik kepolisian yang mengakibatkan pencabutan hak dan statusnya sebagai anggota kepolisian.

“Pemberhentian ini menjadi contoh penting bahwa pelanggaran kode etik kepolisian tidak akan ditoleransi dan akan dikenai sanksi tegas sesuai peraturan yang berlaku,” tegas Kapolres.

Kapolres juga mengatakan, ada beberapa asas yang mendasari dalam tiap keputusan bagi anggota yang di-PTDH.

“Ada tiga asas, yakni asas kepastian hukum, asas kemanfaatan, dan asas keadilan,” ucapnya.

Gidion sangat menyayangkan jika ada anggota yang di-PTDH karena imbasnya bukan hanya kepada yang bersangkutan, tetapi juga kepada keluarga besarnya.

“Jelas ini sangat berimbas bagi yang berangkutan dan keluarganya, oleh karena itu saya berharap ke depannya tidak ada lagi apel PTDH seperti ini,” pungkasnya. (edison/hms)

Komentar