Kepsek SMP Negeri 1 Jejawi Diduga Menipulasi Laporan Dana BOS

OKI SUMSEL, Dialog Rakyat-—Kebijakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) terbukti kurang mampu menekan penyelewengan anggaran sekolah Penyimpangan dana BOS ditingkat sekolah justru semakin marak salah satu penyebabnya adalah rendahnya transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan

dana BOS.

Buktinya, yang terjadi di SMP Negeri 1 Jejawi Kecamatan Jejawi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan (Sumsel), dibawah Pimpinan Kepala Sekolah,Zainal, diduga telah melakukan penyimpangan dana BOS dengan total anggaran ratusan juta rupiah pada tahun ajaran 2023

Akibat kurangnya transparansi penyaluran dana BOS ini salah satu Ketua Aliansi Masyarakat Indonesia (AMI), membocorkan prihal tersebut dan mengatakan bahwa mereka sebagai Kontrol sosial merasa laporan dana BOS ini dikelola langsung oleh kepala sekolah dan bendarahara nya saja,dan merasa banyak kejanggalan dengan laporan dana bos SMP Negeri 1 Jejawi,ungkap Bagas pada media ini saat dibincangi disela kegiatannya.(3-6-2024)

Kepala sekolah sebagai pejabat di lingkungan sekolah yang diberikan kewenangan mengelola anggaran sekolah, dalam menggunakan anggaran sering kali mengabaikan tanggung jawabnya terhadap kemajuan dunia pendidikan dan atas kejadian ini Dinas Pendidikan kabupaten OKI diminta untuk mengaudit ulang laporan dana bos pada tahun ajaran 2023 di SMP Negeri 1 Jejawi.

Dugaan praktik korupsi yang terstruktur dan sistematis Kepsek dan Bendahara Dana BOS SMP Negeri 1 Jejawi selain manipulasi laporan dana BOS juga terdapat kejanggalan pada Bos anggaran tertentu pada sejumlah kegiatan,Atas dasar kepedulian terhadap kelangsungan pendidikan di kabupaten OKI dan penyelamatan anggaran negara dibidang pendidikan,

Dan kami minta kepada Bupati OKI
agar memanggil dan mencopot kepala sekolah tersebut guna untuk mengevaluasi ulang penggunaan dan laporan dana BOS SMP Negeri 1 Jejawi, Ketua Aliansi Masyarakat Indonesia (AMI) Andika Sahputra mengatakan dari tahun-ketahun secara kasat mata tidak ada perubahan yang terlihat disekolah tersebut.

“Dengan adanya temuan ini diduga telah merugikan negara hingga ratusan juta rupiah dan meminta pihak penegak hukum dapat menindaklanjuti penyimpangan anggaran ini secara cepat,tegas, transparan dan bertanggung jawab dalam rangka pemberantasan korupsi (maling uang
rakyat) menuju pemerintahan yang bersih (Good Goverment) serta mengembalikan kepercayaan rakyat terhadap citra penegak hukum di Indonesia, ujar Andika.

Lanjut Andika Ada pun rincian yang laporan dana bos SMP Negeri 1 Jejawi banyak kejanggalan,seperti,
Anggaran Dana BOS
Tahun 2023
Tahap 1
Jumlah dana yang di terima sekolah
Rp 370.149.886
Jumlah Siswa Penerima
673
Tanggal Pencairan
21 Maret 2023
administrasi kegiatan sekolah
Rp 170.872.500
pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan
Rp 453.
Rp 60.650.000
pembayaran honor
Rp 122.550.000
Total Dana
Rp 370.150.000

Anggaran Dana BOS
Tahun 2023
Tahap 2
Jumlah dana yang di terima sekolah
Rp 370.150.000
Jumlah Siswa Penerima
673
Tanggal Pencairan
25 Juli 2023
pengembangan perpustakaan
Rp 46.258.800
administrasi kegiatan sekolah
Rp 156.730.000
pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah
Rp 48.795.200
pembayaran honor
Rp 105.000.000
Total Dana
Rp 370.150.000

Kami sebagai Aliansi Masyarakat Indonesia (AMI) Akan melaporkan hal ini ke APH jika terbukti bersalah,dan meminta kepada pihak dinas pendidikan provinsi dan inspektorat kabupaten OKI untuk segera mengaudit ulang laporan Dana bos di SMP Negeri 1 Jejawi,pungkas Andika.

Sementara kepala sekolah SMP Negeri 1 Jejawi, Zainal saat di konfirmasi melalui via WhatsApp (4/6/2024) tidak ada respon atau tidak ada memberi jawaban terkesan bungkam.(team)

Komentar