CIAMIS | dialograkyat.com — Para pengrajang tembakau di Desa Margajaya, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengeluhkan harga tembakau yang anjlok tajam pada tahun 2025. Penurunan harga ini mencapai sekitar 75 persen, seperti disampaikan oleh Tarya, salah satu pengrajang tembakau asal desa tersebut.
Tarya mengungkapkan bahwa meskipun kualitas dan hasil panen tembakau tahun ini terbilang baik, harga jual di tingkat petani hanya mencapai Rp25.000 per kilogram. Padahal sebelumnya, harga tembakau bisa mencapai Rp45.000 per kilogram.
“Petani saat ini sedang menghadapi masa sulit. Harga tembakau turun drastis karena permintaan dari pabrik sangat sepi,” ujar Tarya saat ditemui pada Sabtu (12/4/2025).
Selain rendahnya permintaan dari pabrik rokok, Tarya juga menyoroti kenaikan cukai rokok sebagai salah satu penyebab utama anjloknya harga tembakau. Kenaikan cukai tersebut membuat sejumlah pabrik mengurangi produksi, yang berdampak langsung pada menurunnya pembelian bahan baku dari petani.
“Ini sangat berdampak bagi petani. Kami mengalami kerugian besar karena harga jual yang tidak sebanding dengan biaya produksi,” tambahnya.
Tarya mengaku khawatir kondisi ini akan memengaruhi semangat petani untuk menanam tembakau ke depannya. Ia berharap pemerintah turun tangan untuk mengatasi persoalan ini.
“Saya berharap ada langkah konkret dari pemerintah untuk mengontrol harga, agar petani tidak terus merugi,” pungkas Tarya. (Tobong)










Komentar