JAKARTA | dialograkyat.com – Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri secara serentak membuka Pendidikan Sekolah Bintara Polisi (SBP) dari Tamtama ke Bintara Tahun Anggaran 2026 pada Senin, 12 Januari 2026. Upacara pembukaan ini menandai dimulainya masa transformasi bagi 2.446 peserta didik yang akan menjalani pendidikan di berbagai Pusat Pendidikan (Pusdik) jajaran Lemdiklat Polri.
Upacara pembukaan tersebar di beberapa titik strategis, yakni:
Pusdik Sabhara: Dibuka oleh Karo Renmin Lemdiklat Polri, Brigjen Pol. Mohamad Syaripudin.
Pusdik Binmas: Dibuka oleh Karo Bindiklat Lemdiklat Polri, Brigjen Pol. Budi Indra Dermawan, S.I.K., M.M.
Pusdik Polair: Dibuka oleh Karo Jianbang Lemdiklat Polri, Brigjen Pol. Yusran Cahyo, S.H., S.I.K., M.A.P.
Di Pusdik Sabhara, upacara dipimpin oleh Brigjen Pol. Mohamad Syaripudin selaku Inspektur Upacara dengan Komandan Upacara Kompol Dadang Wahyu Kurniawan, S.H., M.H. Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) Lemdiklat, unsur Forkopimcam Porong, serta pengurus Bhayangkari.
Dalam amanatnya, Brigjen Pol. Mohamad Syaripudin menegaskan bahwa pendidikan SBP bukan sekadar proses belajar kedinasan, melainkan pembentukan karakter calon aparat penegak hukum yang siap mengabdi di tengah masyarakat..
“Pendidikan ini menjadi fase penting dalam membentuk Bintara Polri yang berkarakter Bhayangkara, memiliki empati sosial, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan moralitas dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujar Brigjen Pol. Mohamad Syaripudin.
Pendidikan SBP T.A. 2026 di Pusdik Sabhara dirancang secara sistematis dengan fokus utama pada empat pilar pengembangan:
Pembentukan Karakter: Penguatan mental kepribadian dan disiplin sebagai landasan utama pengabdian.
Peningkatan Kompetensi: Penguasaan pengetahuan dan keterampilan kepolisian modern untuk mendukung tugas lapangan.
Penanaman Etika: Internalisasi nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya sebagai pedoman moral profesi.
Kesiapan Fisik dan Mental: Menyiapkan personel yang tangguh menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.
Brigjen Pol. Syaripudin juga mengingatkan bahwa Polri membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan berintegritas untuk meraih kepercayaan publik (public trust).
“Diharapkan pendidikan ini menghasilkan Bintara Polri yang tangguh, profesional, dan memiliki watak sebagai pelayan masyarakat. Para peserta didik dituntut untuk bersikap kreatif, inovatif, dan berakhlak mulia,” tambahnya.
Melalui pembukaan pendidikan ini, Lemdiklat Polri berkomitmen mencetak Bintara Polri yang unggul, humanis, dan siap menjadi penjaga kehidupan, pembangun peradaban, serta pejuang kemanusiaan dalam melayani bangsa dan negara.(Edison)










Komentar