Kab Bandung- dialograkyat.com
Badan Pendapatan Daerah(Bapenda) Kabupaten Bandung ditahun ini 2026 menargetkan PAD Rp 2 triliun atau 54 Persen dari berbagai sumber penerimaan pajak.
Dalam mengoptimalkan penerimaan Pajak daerah. Bapenda Kabupaten menerapkan pembayaran secara digitalisasi untuk memudahkan masyarakat wajib pajak.Digitalisasi merupakan pembayaran non tunai menjadi salah satu kunci instrumen Bapenda Kabupaten Bandung
Untuk Memudahkan Pembayaran Pajak.
Selain Kantor Bapenda Kabupaten Bandung, masyarakat dapat memilih salah satu saluran pembayaran yang tersedia yakni QRIS,e-commerce, dompet digital.
Hal tersebut dikatakan Kepala Bapenda Kabupaten Bandung Erwan Kusuma Hermawan,Menurutnya Penerapan pembayaran secara digitalisasi jelas sangat memudahkan masyarakat Wajib pajak dan akan sangat efisiensi, transparansi, dan akurasi,dengan penerapan itu, setoran secara otomatis masuk ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD)tak adanya uang tunai mengantisipasi risiko kebocoran dana da tidak menitipkan pembayaran pajak ke pihak lain.
“Pemanfaatan digitalisasi dan sistem pembayaran nontunai menjadi salah satu instrumen kunci Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bandung dalam mengoptimalkan penerimaan daerah. Bapenda Kabupaten Bandung meyakini, penerapan digitalisasi memudahkan masyarakat wajib pajak,”ujarnya.
Masih Kata Erwan,Kami juga memberlakukan sistem pelaporan digital untuk pajak berbasis transaksi, seperti hotel, restoran, parkir, hiburan,namun pelaksanaannya bertahap,untuk mengoptimalkan potensi pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) hotel, restoran, dan hiburan. “Pajak hotel, restoran, hiburan, dan sektor pariwisata menjadi salah satu potensi yang terus digali untuk optimaliasi PAD,”Pungkasnya.(Hamid)






Komentar