HONG KONG | Dialog Rakyat | Balapan liar di jalanan Hong Kong semakin meningkat setelah unjuk rasa pada tahun 2019, dengan jumlah laporan tentang kejar-kejaran berkecepatan tinggi naik 40 persen menjadi lebih dari 150 dalam 11 bulan pertama tahun 2020, menurut South China Morning Post.
Fenomena ini disebabkan oleh pembatasan pandemi COVID-19 yang diberlakukan di Hong Kong dan kurangnya tindakan penegakan hukum. Meskipun kepolisian Hong Kong menolak memberikan wawancara, mereka menyatakan akan terus melakukan penegakan hukum yang ketat terhadap perilaku mengemudi berbahaya.

Aktivitas balapan liar ini menjadi bentuk protes bagi sebagian pemuda Hong Kong terhadap pemerintah. Beberapa pembalap merasa bahwa balapan liar merupakan cara untuk memberontak terhadap otoritas. Keadaan politik dan suasana yang tegang di Hong Kong sejak 2019 telah mendorong semakin banyak pemuda yang terlibat dalam balapan liar sebagai bentuk ungkapan politik.
Namun, balapan liar juga memiliki risiko yang tinggi, baik bagi pembalap itu sendiri maupun orang lain yang berada di sekitar.






Komentar