Dialog Jabar

Seorang Mahasiswa ITB Meninggal Dunia Saat Uji Coba Pesawat Tanpa Awak

×

Seorang Mahasiswa ITB Meninggal Dunia Saat Uji Coba Pesawat Tanpa Awak

Sebarkan artikel ini
(dok.twitter ITB)

BANDUNG | Dialog Rakyat | Muhammad Rasyid Ghifary seorang mahasiswa ITB dari Program Studi Teknis Mesin, meninggal dunia saat uji coba menerbangkan pesawat nirawak (UAV) atau drone di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sulaiman, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Terkait hal itu, ITB melakukan investigasi atas meninggalnya seorang mahasiswa bernama Fary (Ghifary) akibat kecelakaan saat uji coba pesawat

Kepala Biro Humas ITB Naomi Haswanto mengatakan, investigasi itu dilakukan oleh tim dosen pembimbing Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Aksantara dan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD). Aksantara merupakan UKM yang bergerak di bidang robotika terbang.

“Rektor ITB beserta jajaran mengucapkan turut berdukacita sedalam-dalamnya kepada pihak keluarga Fary yang juga merupakan alumnus ITB dan kepada keluarga besar FTMD atas berpulangnya Fary,” kata Naomi, Kamis (8/6) dilansir dari ANTARA.

(dok.twitter ITB)

Naomi menjelaskan uji coba pesawat nirawak oleh Ghifary bersama teman-temannya di UKM Aksantara di Lanud Sulaiman, Selasa (6/6), itu merupakan salah satu bagian dari persiapan Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI).

Kecelakaan tersebut bermula saat Tim Aksantara bersama Ghifary sedang mempersiapkan alat pelontar untuk melakukan uji terbang wahana. Alat lontar tersebut, lanjut Naomi, terdiri atas karet elastis besar yang disangkutkan pada sebuah pasak besi besar.

“Namun, kondisi tanah tempat pasak dipindahkan rupanya berlumpur dan tak cukup kuat untuk menahannya. Sehingga, pasak itu terlontar dan mengenai Fary di bagian rahang bawah kanannya,” jelasnya.

Setelah insiden tersebut, Ghifary langsung dilarikan ke RSAU Lanud Sulaiman. Namun, nyawa Ghifary tidak tertolong dan dinyatakan telah meninggal dunia oleh dokter di RS tersebut.

“Dokter menyatakan almarhum (Ghifary) meninggal pada pukul 17.44 (WIB) karena adanya luka tumpul,” imbuhnya. (dbs)

Naomi pun belum dapat memastikan terkait keberlanjutan kegiatan UKM Aksantara tersebut. Namun, menurut dia, Aksantara telah banyak mengukir prestasi pada kejuaraan kontes robot terbang, baik di skala nasional maupun internasional.

Comment