Dialog Rakyat | Ilmuwan menemukan ikan juga bisa kecanduan narkoba melalui limbah manusia. Penyalahgunaan metamfetamin menjadi masalah kesehatan yang paling mengkhawatirkan di seluruh dunia. Dan kini, Pencemaran di habitat alami berpotensi mengganggu seluruh ekosistem.
Hasil eksperimen, yang dipimpin oleh ahli ekologi Pavel Horký dari Universitas Ilmu Kehidupan Ceko di Praha, mengungkapkan “ikan dapat menunjukkan tanda-tanda ketergantungan dan gejala putus obat” yang dapat menyebabkan “konsekuensi ekologis tak terduga”. Tim peneliti menguraikan temuan mereka dalam penelitian yang terbit di Journal of Experimental Biology.
“Pencemaran semacam itu dapat mengubah fungsi seluruh ekosistem karena konsekuensi merugikannya ada pada tingkat individu dan populasi,” Horký menerangkan melalui email.
“Selanjutnya, keinginan ikan untuk mendapatkan obat, seperti yang didokumentasikan dalam temuan ini, dapat menutupi keinginan alami seperti mencari makan atau kawin yang memberikan keberhasilan homeostatik dan reproduksi,” imbuhnya.
Air limbah memberikan banyak informasi penting terkait obat-obatan dan epidemiologi, bahkan saat pandemi COVID-19 sekali pun. Pasalnya, ilmuwan telah mengembangkan metode baru yang dapat mengambil residu obat dan biomarker lainnya dari sampel air limbah.
Teknik ini dapat memetakan penggunaan narkoba dalam lingkup regional, dan telah membuktikan peningkatan penyalahgunaan amfetamin di berbagai belahan dunia. Studi paling anyar bahkan menunjukkan, habitat perairan di sejumlah wilayah Republik Ceko dan Slovakia telah terkontaminasi konsentrasi sabu-sabu yang mencapai ratusan nanogram per liter.
Penelitian Terbaru, Ikan Bisa Kecanduan Narkoba Akibat Limbah Manusia













Comment