Ketua DPRD Jabar Dorong Transformasi dan Inovasi Tradisi untuk Perkuat Ekosistem Seni Budaya

BANDUNG | Dialograkyat.com  — Ketua DPRD Jawa Barat, Buky Wibawa Karya Guna, menegaskan pentingnya penguatan ekosistem seni budaya melalui transformasi serta inovasi tradisi yang berkelanjutan di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital.

Hal tersebut disampaikan saat memberikan orasi ilmiah pada Dies Natalis ke-58 Institut Seni Budaya Indonesia Bandung di Gedung Kesenian Sunan Ambu, Jalan Buahbatu No. 212, Bandung, Rabu (1/4/2026).

Dalam orasinya, Buky menjelaskan bahwa seni budaya harus dipahami sebagai sebuah ekosistem yang saling terhubung dan melibatkan berbagai elemen, mulai dari pelaku seni, institusi pendidikan, komunitas, industri kreatif, pasar, hingga kebijakan pemerintah.

Menurutnya, kelemahan pada satu unsur akan berdampak pada keseluruhan sistem. Oleh karena itu, penguatan seni budaya tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus menggunakan pendekatan yang sistemik dan terintegrasi.

“Ekosistem seni budaya merupakan jaringan yang saling memengaruhi. Karena itu, penguatannya harus dilakukan secara menyeluruh,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa tradisi bukan sesuatu yang statis, melainkan terus hidup dan berkembang. Keberlanjutannya sangat bergantung pada kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman.

“Transformasi adalah jembatan antara masa lalu dan masa depan. Transformasi bukan berarti meninggalkan akar, tetapi justru memperkuat akar dalam bentuk baru,” katanya.

Lebih lanjut, Buky memaparkan sejumlah langkah transformasi yang dapat dilakukan, di antaranya digitalisasi karya dan arsip budaya, kolaborasi lintas disiplin, eksperimen estetika berbasis tradisi, hingga integrasi ke dalam industri kreatif.

Selain itu, inovasi berbasis tradisi dinilai menjadi kunci dalam pengembangan seni budaya. Inovasi tersebut berakar pada nilai lokal yang direinterpretasi dalam konteks kekinian, termasuk dalam merespons isu global, pemanfaatan teknologi sebagai medium ekspresi, serta kolaborasi lintas generasi.

Untuk mendukung hal tersebut, ia mendorong sejumlah strategi, antara lain penguatan kebijakan berbasis kebudayaan, digitalisasi dan dokumentasi budaya, peningkatan kapasitas pelaku seni, pengembangan ekonomi kreatif yang inklusif, serta integrasi pendidikan budaya dalam sistem pendidikan.

“Penguatan ekosistem seni budaya merupakan kebutuhan strategis dalam menghadapi dinamika global. Transformasi dan inovasi tradisi menjadi kunci menjaga keberlanjutan budaya tanpa kehilangan identitas,” tegasnya.

Ia berharap, melalui peran pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, ISBI Bandung dapat terus berkontribusi dalam membangun ekosistem seni budaya yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan. (***)

Komentar