BANDUNG | Dialog Rakyat | Wakil Ketua DPRD Jabar Oleh Soleh mengatakan sebelum new normal dilakukan Pemprov Jabar terlebih dahulu harus menggelar simulasi penerapan protokol kesehatan di seluruh lini.
“Pada prinsipnya kami DPRD Jabar setuju dengan new normal, hanya saja tidak boleh gegabah. Kalau mau dipaksakan 1 Juni, perlu ada simulasi secara masif,” ungkapnya, Sabtu (30/5/2020).
Oleh Soleh menjelaskan, penerapan protokol kesehatan seperti physical distancing saat ini sudah diterapkan di sejumlah kantor atau instansi yang tetap beroperasi selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berlangsung. Namun, hal serupa belum dilakukan di tempat yang selama ini tutup sementara seperti mall hingga sekolah.
“Di seluruh tempat yang berpotensi banyak orang harus ada simulasi protokol kesehatan, karena faktanya saat menjelang lebaran kemarin di pasar dan tempat perbelanjaan tidak karuan suasanya. Sekolah juga, bagaimana cara mengatur jarak antar bangku minimal satu meter kan tidak mudah,” ungkapnya.
Oleh menyebutkan, simulasi serupa juga perlu dilaksanakan di operasional angkutan-angkutan umum. Mulai dari angkutan dalam kota hingga angkutan massal seperti kereta api, pesawat dan kapal laut.
“Sehingga simulasi ini perlu melibatkan semua lini. Pengaturan simulasi di sekolah melibatkan Dinas Pendidikan, pengaturan pasar melibatkan Disperindag. Semua dilakukan bekerjasama dengan gugus tugas,” ungkapnya.
Untuk memulai kenormalan baru, Oleh juga meminta Pemprov Jabar untuk terus menggenjot pemeriksaan masif, memberi subsidi masker pada warga, membuat skema protokol kesehatan untuk sekolah berasrama seperti pesantren, hingga segera mengatur tata laksana beribadah yang aman di masjid-masjid bersama MUI Jabar. Dia juga meminta agar kebutuhan para warga difabel dapat turut diperhitungkan dengan matang sebelum kenormalan baru dimulai. (red)






Komentar