Dialog Sumsel

Ratusan Sawah Warga Lahat Selatan Gagal Tanam

×

Ratusan Sawah Warga Lahat Selatan Gagal Tanam

Sebarkan artikel ini

Jurnalis Feriand
Red Barab Dafri FR

LAHAT SUMSEL, dialograkyat.com – Warga yang bermukim di empat desa dalam Kecamatan Lahat Selatan, yakni Desa Tanjung Payang, Tanjung Tebat, Nantal dan Banjar Negara gagal tanam, setidaknya 360 hektar sawah. Padahal lahan persawah tersebut dapat mencapai lima kali panen setiap dua tahun.

Informasi dikumpul, penyebab gagal tanam lantaran tanggul yang sebelumnya hanya tumpukan batu krokos jebol, membuat saluran irigasi ke sawah warga, di pangkal pintu air ikut jebol. Kerusakan tersebut akibat hantaman derasnya air Sungai Lematang yang meluap pada awal tahun lalu.

“Sampai sekarang lahan sawah warga belum tanam, karena airnya kering. Namun memang ada beberapa warga yang menanam sayur mayur maupun palawija,” ujar Kades Tanjung Payang Safri kepada media ini. Sabtu (4/7/2020).

Dijelaskanya bahwa pasca bencana rusaknya tanggul dan jebolnya saluran irigasi tersebut, pihaknya langsung mengadukannya ke pihak Pemerintah. Lalu, melalui dana tanggap darurat bencana, langsung dipasang tanggul.

“Pemasangan tanggul di Sungai Lematang dalam bulan ini mungkin telah selesai. Selanjutnya kami meminta bantuan untuk menutup saluran irigasi yang ada di pangkal kepala siring sepanjang 60 meter. Harapan ke depan dari pemerintah, agar tembok penahan air saluran irigasi yang jebol tersebut juga bisa dibangun secara permanen,” sambungnya.

Sementara Camat Lahat Selatan H Budi Utama SIP mengungkapkan saat ini proses penutupan tanggul sedang berlangsung. Dan, perbaikan melalui dana tanggap bencana yang langsung diusulkan oleh pemerintah Kabupaten Lahat. Pihaknya menghimbau sembari menunggu proses perbaikan, dapat menanam palawija atau tanaman satu musim.

“Warga bisa menanam jagung, maupun sayur mayur atau tanaman satu musim lainnya. Karena memang jebolnya tanggul akibat bencana dan saat ini dalam proases perbaikan,” urai Budi Utama.

Sementara Kadis Pertanian Otong Kosasih melalui Kabid PSP Herman Suyatno bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan. Memang yang mengalami kerusakan berat berada di pangkal kepala siring. Sementara untul irigasi cacing atau tersier masih baik.***

Comment