CIAMIS | Dialog Rakyat | Warga Keluhkan sebuah pabrik penghasil Aci Kawung (Aci Aren) di Desa Ciparay, Kecamatan Cidolog Kabupaten Ciamis Jawa barat pada Senin (24/1/2022).
Seperti yang dikeluhkan oleh Ahmad, salah satu warga gunungsari Desa Ciparay menuturkan bahwa pabrik tersebut dari mulai dibangun sampai dengan saat ini belum juga membuat bak penampungan air limbah, sehingga limbahnya dibuang ke sungai.
“Kalau limbahnya dibuang ke sungai, otomatis akan berdampak atau mengganggu terhadap kesehatan manusia” ujar Ahmad.

Dirinya juga mengatakan, pada saat akan membangun pabrik tersebut pihak pabrik berjanji akan menampung limbah di bak penampung terlebih dahulu. Namun, sampai saat ini dari pihak pabrik belum membuat bak penampung limbah.
“Pihak pabrik harus segera membuat bak penampungan limbah, jika dari pihak pabrik tidak mendengar aspirasi dari warga maka kami selaku warga meminta pabrik tersebut ditutup!” jelasnya.
Sementara itu, di tempat yang sama Nunu selaku pemilik pabrik saat diwawancara oleh awak media mengatakan, dirinya mengakui bahwa pabrik tersebut belum mempunyai bak penampung limbah. Namun, dalam waktu dekat dirinya akan segera membuat bak penampungan air limbah sesuai dengan aturan yang ada.
“Terkait yang dibilang warga perihal pihak pabrik akan membuat kolam penampungan limbah terlebih dahulu, jujur saja saat ini kami belum memiliki modal, namun kami secepatnya akan berupaya membuat bak penampungan limbah” terangnya.
Kasitrantib dari kecamatan Cidolog Kabupaten Ciamis, Abdulah menuturkan, setelah pihaknya mendapat pengaduan dari warga, dirinya dengan didampingi pemerintah Desa Ciparay langsung mendatangi lokasi pabrik untuk memastikan kebenaran dari informasi tersebut.
“Setelah melakukan beberapa kajian dan meneliti, bahwa memang benar di lokasi pabrik, terutama yang dialiri oleh limbah sudah menimbulkan aroma yang tidak enak” pungkasnya.
Untuk itu, pihaknya akan menindaklanjuti persoalan ini dan akan berkoordinasi dengan pemilik pabrik agar segera membuat bak penampungan air limbah. (Tobong/edit: din)













Comment