oleh

Kodim Mura Terjunkan dua Satgas di 10 Titik Rawan Karhutla

JAKARTA, DIALOGRAKYAT– Guna mengatasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Kodim 0406/Mura terjunkan dua Satuan Tugas (Satgas) di 10 titik daerah rawan kebakaran di Sumatera Selatan (Sumsel).

Hal tersebut disampaikan Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0406/Mura Letkol Inf M. A’an Setiawan., S.Sos., M.I.Pol., dalam rilis tertulisnya, Musi Rawas (Mura), Minggu (14/7/2019).

Diungkapkan A’an, sebanyak 130 prajurit yang tergabung dalam Satgas pencegahan Karhutla, dilepas oleh Pasiops Kodim 0406/Mura Kapten Czi Jati Prioyono, untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan di daerah rawan kebakaran, Sabtu (13/7/2019).

“Sabtu kemarin kita berangkatkan 130 personel Satgas Karhutla. 100 personel merupakan anggota Kodim 0406/Mura, ditambah BKO Kodim 0405/Lahat sebanyak 30 orang,” katanya.

A’an menjelaskan, Satgas Karhutla ini akan dibagi menjadi dua Tim Satgas yang nantinya akan ditempatkan di 10 titik rawan Karhutla, yaitu di wilayah Kabupaten Musi Rawas dan Kabupaten Musi Rawas Utara.

“Mereka akan menduduki 10 titik rawan Karhutla yang tersebar di lima Kecamatan di wilayah Kabupaten Musi Rawas (Mura) dan lima Kecamatan di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) selama tiga bulan kedepan,” ujarnya.

Ia mengatakan, untuk tim Satgas pertama yaitu di Kabupaten Mura. Dimana mereka akan ditempatkan di Desa Harapan Makmur Kecamatan Lakitan, Desa Mekarsari Kecamatan Megangsakti, Desa Binjai Kecamatan Muara Kelingi, Desa Pelawe Kecamatan BTS Ulu dan Desa Tabagindo Kecamatan Selangit.

Sedangkan Tim Satgas kedua, lanjutnya, akan ditempatkan di Kabupaten Muratara. Yang berkedudukan di Desa Muara Kuis Kecamatan Ulu Rawas, Desa Tebing Tinggi Kecamatan Nibung, Desa Pauh I Kecamatan Rawas Ilir, Desa Aringin Kecamatan Karangdapo dan Desa Embacang Baru Kecamatan Karang Jaya.

“Kita sebar Satgas di dearah-daerah tersebut, karena merupakan daerah rawan Karhutla,” terangnya.

Lebih lanjut A’an menegaskan, pengiriman Satgas tersebut sebagai upaya preventif atau pencegahan agar tidak terjadi Karhutla.

“Satgas akan fokus melakukan upaya pencegahan melalui sosialisasi, merubah pola pikir dan perilaku masyarakat agar tidak membuka lahan dengan metode Burning (membakar lahan). Dengan begitu, titik api khususnya di wilayah Kabupaten Mura dan Muratara dapat ditanggulangi sejak dini”, tegasnya.

A’an pun menyebutkan, masing-masing Tim Satgas Karhutla akan dibantu satu anggota BPBD dan dua orang dari unsur masyarakat serta pemerintah desa setempat.

“Totalnya ada 15 orang untuk setiap desa yang diduduki Satgas,” imbuhnya.

“Setiap tim harus melaporkan dokumentasi kegiatan setiap hari sebelum pukul 17.00 WIB,” pungkasnya. (hms/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed