Ma’ruf Amin Seusai Divaksin : Vaksin Aman Untuk Lansia di Atas 60 Tahun

JAKARTA | Dialog Rakyat | Wakil Presiden Ma’ruf Amin akhirnya menerima suntikan dosis pertama vaksin corona produksi Sinovac, CoronaVac. Penyuntikan dilakukan setelah BPOM menerbitkan izin penggunaan darurat (emergency use of authorization) vaksin Sinovac bagi lansia.

Seusai menerima suntikan dosis pertama vaksin corona Sinovac, Ma’ruf mengaku tidak merasakan gejala apa pun, misalnya pusing.

“Alhamdulillah baru saja tadi beberapa waktu yang lalu saya sudah divaksin. Alhamdulillah tidak ada masalah juga tidak sakit, tidak ada rasa pusing, biasa-biasa saja,” ujar Ma’ruf kepada wartawan, Rabu (17/2). Ma’ruf menerima vaksin dalam usia 77 tahun.

Ma’ruf menyebut vaksin yang digunakan telah aman bagi kelompok lansia di atas 60 tahun seperti dirinya. Sehingga, ia berpesan kepada para lansia agar tidak ragu ragu untuk menerima suntikan vaksin corona.

“Oleh karena itu, saya ajak semua yang sebangsa dengan sayalah, serumpun dengan saya, yang usianya sudah cukup lanjut saya di atas 70 ini, saya kira ternyata vaksin ini insyaallah tidak menimbulkan efek apa-apa,” ucap Ma’ruf.

Ma’ruf kemudian menyampaikan vaksin corona bersifat wajib, atau dalam Islam disebut sebagai fardu kifayah. Bila ada seseorang yang berada dalam kondisi tubuh yang sehat dan layak, namun menolak untuk menerima vaksin, hal itu disebutnya sebagai perbuatan yang berdosa.

“(Vaksin) itu (hukumnya) fardu kifayah. Kalau belum tercapai, itu dia belum hilang kewajibannya. Kalau dia tidak melaksanakan itu berdosa, bagi dia yang tidak bermasalah untuk divaksin kecuali yang memang ada sesuatu yang tidak boleh divaksin,” tutur Ma’ruf.

Maka dari itu, ia berharap seluruh masyarakat Indonesia mau mengikuti vaksinasi, sehingga target pemerintah untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) dapat tercapai.

“Saya ajak semua mari kita ikut melaksanakan vaksinasi, karena ini diharapkan untuk bisa supaya seluruh masyarakat Indonesia mengalami kekebalan terhadap COVID ini. Karena kita belum tahu COVID ini sampai kapan,” tutup Ma’ruf.

Selain kelompok lansia, Kemenkes juga hari ini memulai vaksinasi COVID-19 bagi kelompok petugas pelayanan publik.

Total ada sekitar 38.513.446 orang yang jadi sasaran vaksinasi tahap kedua. Terdiri dari 21 juta orang lebih lansia dan hampir 17 juta pekerja pelayanan publik.

Komentar