JAKARTA | Dialograkyat.com – Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Asahan Barumun kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Satuan kerja di bawah Kementerian Kehutanan tersebut meraih dua penghargaan pada ajang PDASRH Award 2025.
Dalam ajang tersebut, BPDAS Asahan Barumun ditetapkan sebagai Terbaik Ke-1 Pengelolaan SDM Terbaik Tahun 2025 serta Terbaik Ke-2 Pengelola Keuangan dan BMN Terbaik Tahun 2025. Penghargaan ini menjadi bukti komitmen lembaga dalam meningkatkan tata kelola organisasi yang profesional dan akuntabel.
Kepala BPDAS Asahan Barumun, Taufik Siregar, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran pegawai dalam membangun sistem pengelolaan sumber daya manusia yang unggul serta tata kelola keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) yang transparan dan tertib administrasi.
“Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja, profesionalisme, dan dedikasi dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan lingkungan,” ujar Taufik.
Ia menambahkan, keberhasilan ini tidak terlepas dari komitmen internal dalam memperkuat kapasitas aparatur, meningkatkan disiplin kerja, serta memastikan pengelolaan anggaran dilakukan secara efektif dan efisien sesuai dengan prinsip akuntabilitas.
PDASRH Award merupakan bentuk apresiasi dari Kementerian Kehutanan kepada unit kerja yang menunjukkan kinerja unggul dalam pengelolaan daerah aliran sungai dan rehabilitasi hutan. Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah indikator, mulai dari manajemen organisasi, pengelolaan sumber daya manusia, hingga tata kelola keuangan dan aset negara.
Dengan raihan dua penghargaan tersebut, BPDAS Asahan Barumun diharapkan dapat terus mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas pelayanan dan kontribusinya dalam menjaga kelestarian daerah aliran sungai serta mendukung keberlanjutan lingkungan hidup di wilayah kerjanya.
Prestasi ini sekaligus memperkuat peran BPDAS Asahan Barumun sebagai institusi yang tidak hanya fokus pada aspek teknis rehabilitasi dan konservasi, tetapi juga pada penguatan tata kelola kelembagaan yang profesional dan berintegritas. (Hmd)






Komentar