oleh

Kapus Banjaranyar Sidak “Laporan Masyarakat Pustu Desa Karyamukti Sering Tutup”

CIAMIS | Dialog rakyat | Kepala Puskesmas (Kapus) Desa Cigayam, Kecamatan Banjaranyar Kabuputen Ciamis Melakukan inspeksi mendadak (Sidak) Terhadap Pelayanan Pustu di Desa Karyamukti pada Rabu  tgl 3/3/2021

Menurut Kepala UPTD Puskesmas Cigayam Ari Angga Rianto S.Kep., Ners. Saat dikomfirmasi awak media mengatakan, inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukanya, guna untuk melihat seberapa sigap, dan seberapa siap nya pustu tersebut didalam memberikan pelayanan terhadap masarakat. Ungakapnya.

“Saya langsung menemui Wita Gantika Rosadi sebagai Bidan sekaligus penanggung jawab di pustu tersebut, Namun saat saya bertemu, kebetulan saat itu wita sedang menangani pasien” ujarnya Ari saat tiba dilokasi

Saat ditanya kepada Wita, tentang waktu pelayanan kesehatan Pustu tersebut, menurut Wita, terkadang Pustu tutup jika ada kegiatan. 

“Memang Pustu sesekali tutup atau tidak melayani pasien jika ada kegiatan, diantaranya, sedang melakukan pelayanan posyandu, ada kegiatan pelayanan imunisasi kesekolah, rapat di desa, rapat di puskesmas induk, rapat di dinas kesehatan dan yang tak kalah sering juga saat melakukan rujukan persalinan ke rumah sakit” terang Wita. 

Seperti beberapa hari yang lalu lanjutnya, Pustu tidak melakukan pelayanan karena saat itu kami sedang melakukan rujukan persalinan, dari pagi sejak jam 07:00 WIB. kami mengantarkan pasen ke RS Banjar” katanya. Bahkan di hari yang sama saya sampai dua kali berangkat ke Banjar untuk merujuk pasien yang berbeda” imbuhnya. Namun saya mengakui tidak sempat mencantumkan keterangan di Pustu bahwa saya sedang melakukan rujukan..pungkas Wita 

Setalah medapatkan penjelasan dari Wita, Ari sangat menyayangkan hal ini karena kadang menjadi polemik di masyarakat atas tidak adanya keterangan di Pustu, hingga saat pasien datang ke Pustu bingung dan sering menimbulkan persepsi bahwa pustu sering tutup atau tidak melayani. 

“Tulisan  keterangan pelayanan tersebut sebetulnya ada telah dibuat dan disiapkan untuk di pasang, namun kadang lupa karena terlalu konsen dengan kegiatan pelayanan luar gedung yang harus sejak pagi di laksanakan, saya sangat memaklumi akan hal itu” ujar Ari

Dikatakan Ari pelayan Pustu itu hampir sama dengan puskesmas, melayani upaya kesehatan perorangan (UKP) dan upaya kesehatan masyarakat (UKM). Artinya Pustu harus bisa memberikan pelayanan di dalam gedung dan pelayanan diluar gedung. 

“Jika melihat pelayanan tadi artinya di Pustu membutuhkan 2 atau 3 orang tenaga agar semua pelayanan yang ideal agar pelayanan buka setiap hari kerja” terangnya. Namun saat sekarang ketenagaan puskesmas belum dapat memberikan tambahan tenaga yang bisa stand by di Pustu setiap hari” ungkapnya

Ari menambahkan Puskesmas Cigayam baru mampu memberikan tambahan tenaga saat Pustu melakukan pelayanan posyandu, imunisasi dan pelayanan di luar gedung lainnya sesuai jadwal. Hal tersebut dilakukan untuk membantu kinerja bidan desa dilapangkan yang tidak bisa dilakukan oleh satu petugas saja. 

“Kadang pada kegiatan yang lebih besar dilapangkan, Puskesmas Cigayam sering mengirimkan tim lengkap termasuk dokter nya.” jelasnya. 

Menurut Ari kesimpulannya bahwa hal tersebut karena masih kurangnya ketenagaan di Puskesmas Cigayam sehingga petugas Pustu betul-betul harus bekerja ekstra dalam pelayanan nya di Pustu dan dilapangan.

Hal itu pula yang memunculkan opini bahwa Pustu sering tidak berpungsi. 

Diharapkan kedepan semua dapat diperbaiki dengan komunikasi dan koordinasi. Antara petugas, pemerintahan desa dan masyarakat agar permasalahan ini dapat di ketahui dan dipahami bersama” harapnya. 

Untuk UPTD Puskesmas Cigayam akan berupaya melakukan perekrutan tenaga  sesuai dengan kemampuan puskesmas seta akan terus Mengusulkan tambahan tenaga depinitif dan non definitif bidan atau perawat pada pemerintah agar kebutuhan tenaga kesehatan dapat terpenuhi, mengingat wilayah kerja puskesmas yang begitu luas dengan jumlah 10 Desa” pungkasnya. (Tobong-Kaswanto)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

  1. Kami sebagai masyarakat di desa Karyamukti kecamatan banjaranyar kab.ciamis.yang mengetahui persis terkait dengan pustu(desa karyamukti).jarang buka, ketika masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan harus ke klinik gunung jati.pemilik klinik gunung jati adalah ketua pustu (wita Gantik Rosyadi s.st)

  2. Saya sebagai Ormas Pemuda Pancasila ranting Desa Karyamukti Kec. Banjaranyar Kab. Ciamis. tahu persis terkait dengan Pustu (desa karyamukti). Bahwa Pustu tersebut tidak beroperasi. Jadi, ketika masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan harus pergi ke klinik Medical Gunung Jati. Yang saya ketahui pemilik klinik Medical Gunung Jati adalah ketua pustu (Wita Gantik Rosadi S.ST). Menurut saya, berita ini adalah hoax. Dan yang saya lihat dari berita Jurnal Polisi (JP) itu adalah benar, karena itu adalah hasil dari investigasi di lapangan.

News Feed