Strategi Organisasi

Dialog Rakyat | Strategi adalah turunan dari bahasa Yunani yaitu Strat gos yang artinya adalah adalah komandan perang dalam jaman tersebut, adapun pada pengertian saat ini strategi adalah rencana rencana jangka panjang dengan diikuti tindakan-tindakan yang ditunjuk untuk mencapai tujuan tertentu yang umumnya adalah keberhasilan. Strategi merupakan penerjemahan dan analisis terhadap kemampuan internal atau kapabilitas organisasi, yang selanjutnya diterjemahkan kedalam struktur organisasi.

Model rasional penyusunan strategi adalah proses yang terdiri dari tiga tahap: (1) analisis; (2) formulasi; (3) implementasi. Pada tahap analisis, terdapat proses analisis eksternal dan analisis internal. Analisis eksternal merupakan tujuan terhadap tinjauan terhadap lingkungan yang menghasilkan data mengenai berbagai ancaaman (threaths) dan peluang (opportunities). Sedangkan analisis internal merupakan tinjauan terhadap berbagai kekuatan (strenght) dan kelemahan (weakness) dalam organisasi itu sendiri. Kombinasi dari kedua hal inilah yang merupakan bahan bagi pengambil kebiajakan untuk menyusun strategi organisasi. Lazimnya, proses analisis ini disebut analisis SWOT (Strenghts, Weakness, Opportunity, Threaths).

Menurut Robbins (dalam Kusdi, 2009:90) ada empat dimensi pokok yang terkandung dalam strategi yaitu:

  1. Inovasi

Strategi inovasi secara khusus dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang mengutamakan inovasi sebagai sumber keunggulan bersaing. Tidak semua perusahaan atau organisasi melakukan strategi inovasi, tetapi pada saat-saat tertentu barangkali strategi ini dirumuskan untuk meningkatkan kinerja organisasi. Misaalnya, perombakan bersifat khusus dalam rangka memperbaiki pelayanan.

2. Diferensiasi Pasar

Strategi diferensiasi pasar ditunjukan untuk menciptakan loyalitas konsumen melalui suatu produk atau jasa yang bersifat unik, dalam arti berbeda dai yang telah ada dipasar. Straategi ini tidak mesti dengan menciptakan produk atau jasa yang berkelas tinggi atau mahal, melaainkan sesuatu yang memiliki nilai tambah yang berbeda dari produk-produk atau jasa yang sudah ada. Strategi ini biasanya diperkuat dengan iklan, segmentasi pasar, dan permainan haarga (pricing).

3. Jangkauan (Breadth)

Strategi jangkauan adalah penetapan ruang lingkup pasar yang akan dilayani oleh organisasi: ragam atau jenis konsumen, cakupan geografisnya, dan jenis produk aatau jasa yaang akan ditawarkan. Ada organisasi yang sengaja memilih fokus jangkauan yang terbaatas, misalnya hanya untuk kategori konsumen, wilayah, atau produk dan jasa tertentu, ada pula yang mengembangkan jangkauan seluas-luasnya dnegan tujuan mengusai pangsa pasar.

4. Pengendalian biaya (cost-control)

Strategi pengendalian biaya adalah sejauh mana perusahaan mengontrol biaya atau anggaran secara ketat. Strategi ini penting, khususnya ketika pengelola organisasi harus mengalokasikan sumber daya yang terbatas untuk mencapai secara maksimum tujuan-tujuan organisasi.

Jenis-jenis (tingkatan) strategi yaitu:

  1. Strategi korporat (corporate strategy atau corporate-level srtategi). Tujuan dari strategi korporat adalah mengidentifikasi dan mengimplementasikan sinergi di antara bisnis. Sanchez dan Heene (dalam Kusdi, 2009:94). Keuntungan ditingkat korporat adalah berupa: (1) penekanan biaya (cost reductions); (2) perbaikan produk atau proses; dan (3) peningkatan kecepatan. Strategi ini untuk menjalankan misi yang telah kita siapkan dalam organisasi tersebut sesuai dengan bidang yang telah menjadi bagiannya. Strategi ini biasa disebut dengan Grand Strategy karena akan menjadi akibat sangat fatal ketika kita salah dalam menjawab misi dari sebuah organisasi baik dari kata-kata maupun kebiajkan yang ditearpkan dalam organisasi.
  2. Strategi level bisnis (bussiness-level strategi). jadi, perusahaan multi bisnis, masing-masing divisi akan mengembangkan strateginya sendiri berkaitan dengan produk dan seterusnya. Titik beratnya adalah memperkuat daya saing unit bisnis.
  3. Strategi level fungsional (functional-level strategy). Fungsi pemasaran, sebagai contoh tentu perlu merumuskan sendiri cara-cara operasional terbaik dalam rangka memasarkan produk-poduk atau jasa yang dihasilkan perusahaan. Demikian pula fungsi-fungsi lain, seperti fungsi produksi, keuangan, penjualan (sales), pembelian (purchasing) dan lain-lain. Fokusnya adalah pada efisiensi . artinya setiap fungsi perlu merumuskan cara-cara yang paling efisien dalam mencapai berbagai sasaran yaang ditetapkan padanya.

Dalam pengelolan organisasi dilakukan dengan penyusunan serangkaian strategi berdasarkan keempat perspektif tersebut:

  1. Strategi finansial, yaitu strategi mengelolah pertumbuhan, tingkaat keuntungan, dan risiko ini merupakan strategi yang dilihat dari kacamata pemilik perusahaan atau pemegang saham.
  2. Strategi pelanggan, yaitu strategi untuk menciptakan nilai dan diferensiasi produk strategi ini dilihat dari kacamata pelanggan.
  3. Strategi proses internal, yaitu penentuan prose-proses internal strategis yang mampu untuk menciptakan kepuasan pelanggan dan pemilik saham.
  4. Strategi learning and growth, yaitu strategi untuk menciptakan iklim yang kondusif bagi pembelajaran organisasi, inovasi, dan pertumbuhan.

Berdasarkan empat perspektif yang dijalankan secara seimbang itu, organisasi dapat mengejar berbagai sasaran jangka pendek tanpa mengabaikan tujuan jangka panjang.

Perbedaan Startegi dan Tujuan Organisasi

Strategi dan tujuan organisasi merupakan dua hal yang berkaaitan erat. Dalam sebuah organisasi mereka menetapkan tujuan-tujuannya terlebih dahulu kemudian menyusun strategi yang diperlukan untuk mencapainya. Namum sebaliknya, organisasi kadang-kadang terlebih dahulu mengembangkan suatu rencana strategis yang sistematis dab terperinci, dimana kemudian tujuan-tujuan organisasi disusun sebagai bagian dari perencanaan tersebut. Menurut Robbins (dalam kusdi, 2009:91), tujuan-tujuan organisasi (goals) mengacu pada tujuan-tujuan akhir organisasi (ends) dan cara-cara mencapainya (means). Oleh karena itu, ia berpendapat bahwa tujuan-tujuan organisasi merupakan bagian dari strategi.

Tujuan organisasi terbagi atas dua yaitu tujuan-tujuan resmi (official goals) dan tujuan-tujuan operasional (Operating Goals). Tujuan-tujuan resmi biasanya dikemukakan melalui bahasa yang umum dan cenderung abstrak, sebagaimana lazim kita temukan pada buku panduan perusahaan, laporan tahunan, dan pernyataan-pernyataan resmi para eksekutif atau juru bicara organisasi. Sementara tujuan-tujuan operasional berkaitan langsung dengan kebijakan dan prosedur operasional yang sesungguhnya dari suatu unit atau jabatan tertentu. tujuan-tujuan operasional tidak jarang pula menjadi tolak ukur dalam mengevaluasi kinerja unit atau individu, seperti misalnya pada program MBO (Management By Objectives) dan TQM (Total Quality Management).

Tidak selamanya organisasi memiliki tujuan-tujuan yang koheren atau selaras  satu sama lain. Organisasi-organisasi dewasa ini dihadapkan pada tuntutan stakeholder  yang berbeda-beda, sebagaian besar organisasi selalu menghadapi tujuan yang beragam dan tidak jarang saling berbenturan. Mekanisme organisasi  adalah dengan menciptakan unit atau bagian khusus dari organisasi untuk menangani  tuntutan hubungan eksternal organisasi dengan masyarakat, pemerintah, dan lain-lain. Ataucustomer service dibuat untuk menangani hubungan organisasi dengan pelanggan.

Penulis : Ira Alviani – 191011200817, Wahidah Ekaputri Maulida – 191011200747, Pipit Eka Rinata – 191011200013

Komentar