oleh

Menpora Amali Dukung Kegiatan OASE-KIM

JAKARTA | Dialog Rakyat | Wakil Ketua Bidang 3 Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE-KIM) Maria Anna Johnny G Plate, menyampaikan terima kasih kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali atas dukungan terhadap kegiatan OASE-KIM. 

Hal tersebut diucapkan saat memberikan sambutan webinar bekerjasama dengan Kemenpora, Kamis (14/4), secara virtual.

“Saya mewakili Bidang 3 OASE-KIM bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menpora karena telah bersedia mendukung penuh kegiatan OASE-KIM,” ucapnya.

“Apa yang diselenggarakan dengan Kemenpora hari ini sejalan dengan tujuan kehadiran OASE-KIM yang selalu ingin memberikan manfaat kepada masyarakat dan agar kehadiran pemerintah dan negara dirasakan dalam berbagai aktivitas masyarakat Indonesia khususnya untuk selalu sehat dan bugar,” imbuhnya.

Maria Ana juga mengatakan lebih lanjut, tidak terasa Pandemi Covid-19 sudah hampir berlangsung tiga tahun, namun bukan berarti tidak melakukan aktivitas terutama melakukan olahraga. Karena olahraga penting dapat menjaga kesehatan dan kebugaran sehingga tubuh tetap sehat dan produktif menjalankan beraktivitas termasuk ketika umat muslim sedang menjalankan ibadah puasa.

“Kegiatan ini agar memberikan dampak positif terutama di bulan Ramadhan. Dengan berolahraga agar tubuh kita lebih sehat dan metabolisme lebih stabil,” jelasnya.

Mengutip beberapa literatur disebutkan bahwa olahraga ringan seperti senam, aerobik, ataupun jalan santai selama 30 menit dapat membantu mencegah penyakit jantung, diabetes, mengurangi stress, menurunkan penyakit asma, dan meningkatkan kreativitas. Bukan hanya itu saja, olahraga ringan pun dapat menurunkan resiko penyakit kronis, melancarkan sistem pencernaan, serta dapat menurunkan berat badan.

“Berolahraga ringan di bulan suci Ramadhan tetap bisa dilakukan agar kita tetap sehat dan bugar. Yang perlu diperhatikan, pilihan waktu yang paling tepat untuk berolahraga, dalam hal ini dapat dilakukan 1,5 jam sebelum berbuka atau 1 jam setelah berbuka dan olahraga sebelum tidur. Menentukan jenis olahraganya, dan pilih intensitas latihan yang tepat,” rincinya.

Akhirnya diharapkan bahwa aksi bersama ini selalu seiring dengan filosofi OASE-KIM yang tak pernah lelah memberi kesejukan dalam kekeringan, tempat berpaling yang hangat ketika keadaan tidak lagi ramah dan menyenangkan.

“Meski dalam menjalankan ibadah puasa bukan berarti meninggalkan kegiatan olahraga karena dengan olahraga dapat membantu tubuh tetap sehat dan bugar selama berpuasa,” tutupnya. (cah/menpora)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed