CIAMIS | Dialog Rakyat | Ketua Lembaga Pemberdayaan Masarakat (LPM) Mariono Desa Margajaya Kecamatan Pamarican kabupaten Ciamis Jawa Barat keluhkan pembangunan rabat beton yang ada di dusun Sukasari RT 28/RW 12, pasalnya hingga saat ini pekerjaan tersebut takkunjung selesai.
Menurutnya pembangunan rabat beton tersebut menggunakan anggaran dari Dana Desa (DD) tahap ke 2 tahun 2021 sebesar 60 juta.
“Dari awal pekerjaan tersebut tidak melibatkan LPM, jadi saya sampai saat ini belum mengetahui secara pasti perihal pembangunan tersebut, kenapa sampai terhenti,” ujar Mariono melalui pesan whatsAPP Rabu 6/4/2022.
Dikatakannya seharusnya pembangunan jalan tersebut sudah selesai, karena anggaranya dari tahun 2021, tahap ke 2 sudah dialokasikan. Bahkan “saat ini pekerjaan tersebut diperkirakan baru selesai 200 meter dari rencana panjang 300 meter, dengan lebar satu meter” jelasnya.
“Saya juga mendapat imformasi, bahwa dalam proses pekerjaan jalan tersebut tidak memasang papan imformasi, sebagai bentuk sarat di mulainya pekerjaan dan trasfaransi terhadap masarakat” paparnya

Lanjut Mariono, selain pembangunan jalan rabat beton yang sampai saat ini belum selesai, ada beberapa pembangunan lain juga belum selesai pengerjaanya diantaranya rehab kantor desa yang di peruntukan untuk ruangan BPD, sebesar Rp. 97.500.000 sumber dana dari Banprop tahun 2020, dan juga pekerjaan sumur bor di dusun sawangan dianggarkan Rp. 25.000.000 dari DD tahap 2 tahun 2021.
“Dari beberapa pembangunan yang ada di desa Margajaya seperti rabat beton di dusun Sukasari, pembangunan ruangan BPD dan sumur bor di dusun sawangan sampai saat ini diduga mangkrak, karena belum ada kejelasan dari pihak desa, terkait kelanjutan pembangunanya” tegasnya.
“Kami dan warga menuntut pemerintah desa untuk segera melanjutkan pengerjaan yang mangkrak, jangan sampai ada alasan dari pihak desa uangnya tidak ada, kan semua sudah ada alokasi da. pos anggarannya” tutur Mariono.
Mariono juga berharap kepada pihak-pihak terkait dari mulai kecamatan maupun inspektorat kabupaten Ciamis untuk segera menanggapi hal tersebut.
Sementara kepala dusun Sukasari Supriatna saat di komfirmasi terkait pembangunan jalan tersebut juga membenarkan, bahwa pembangunan jalan yang ada di dusun Sukasari memang belum selesai.
“Iya memang benar di dusun Sukasari tepatnya di RT 28/RW 12 ada pembangunan rabat benton yang di danai oleh DD tahap ke dua tahun 2021, saat ini pekerjaannya belum beres” ucap Supriatna.
Terkait adanya dugaan pembangunan yang belum selesai dari tahun anggaran 2020 dan tahun anggaran 2021, media ini menghubungi kepala desa melalui pesan whatsApp, Namun sayang kepala desa enggan memberikan tanggapan” (Tobong).













Comment