Dialog Rakyat | Laporan beberapa peneliti BRIN dan instansi terkait menemukan bahwa krisis iklim memengaruhi produktivitas kopi Indonesia, khususnya varietas Arabika. Hasil penelitian menunjukkan kuantitas dan kualitas kopi Indonesia berpotensi menurun drastis.
Imbasnya, harga kopi lokal melambung dan membuat Indonesia berpeluang impor kopi hingga di atas 100%. Diprediksi pula bahwa kerugian negara melalui penurunan nilai ekonomi dapat mencapai Rp373 triliun.

Perubahan pola curah hujan, panjang musim hujan, dan awal musim hujan akibat perubahan iklim memiliki implikasi yang serius terhadap produksi pertanian.
Oleh karena itu, pemerintah perlu meningkatkan aksi mitigasi iklim nasional dengan serius untuk menghindari kerugian ekonomi yang masif guna mempertahankan kesejahteraan dan kelestarian baik masyarakat maupun alam Indonesia. (dbs)













Comment