Berita Parlemen

Petani Indramayu Keluhkan Soal Air Untuk Pertanian, H. Kasan Basari Minta Perhatian Pemerintah

×

Petani Indramayu Keluhkan Soal Air Untuk Pertanian, H. Kasan Basari Minta Perhatian Pemerintah

Sebarkan artikel ini
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Propinsi Jawa Barat (Jabar) H. Kasan Basari,.SH. (dok/ist)

INDRAMAYU | Dialog Rakyat | Sebagai daerah lumbung padi nasional, ternyata persoalan air masih menjadi kendala besar di bidang pertanian di Kabupaten Indramayu Propinsin Jawa Barat. Mereka para petani mengeluhkan soal kurangnya pasokan air di ladang pertanian.

Menurut anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) H. Kasan Basari,.SH, meminta kepada pemerintah kabupaten, Provinsi maupun pusat untuk memperartikan keluhan para petani di kabupaten Indramayu yang merupakan lumpung padi nasional.

“Kami menilai masalah tersebut belum ada perhatian lebih baik dari pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat untuk menanggulangi masalah tersebut.” Ujar politisi Gerindra dari Daerah Pemilihan (Dapil IV) Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon dan Kota Cirebon saat dihubungi media ini.

Dikatakan H. Kasan Basari,.SH, banyak petani yang datang kepada dirinya mengeluh soal air.

Saat musim rendeng, petani mengeluh sawah-sawah mereka kebanjiran dan saat musim gadu, petani mengeluh sawah mereka kekeringan.

“Air ini bisa menghidupi dan juga bisa mematikan, karenanya pemerintah harus jeli,” ujar Anggota Komisi IV DPRD Jabar. 

Penanganan soal pertanian tersebut harus menjadi fokus pertama pemerintah karena berkaitan dengan ketahanan pangan.

Namun, terjadi di lapangan, penanganan tersebut masih jauh dari harapan. Sehingga menjadi sorotan bagaimana peran dari pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk pertanian di kabupaten Indramayu.

Lebih lanjut dikatakan H. Kasan Basari,.SH, kebijakan dari Pemprov Jabar masih sangat  jauh dirasakan manfaatnya bagi para petani di kabupaten Indramayu. 

Salah satunya soal pembagian suplai air untuk wilayah yang belum merata. Sehingga di musim gadu tidak ada suplai air yang bisa masuk ke pertanian masyarakat karena daerah irigasi semuanya mati,” ujarnya. (Sabur/adikarya)

Comment