PALI | Dialog Rakyat | Diprediksi terjadi penurunan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2025 di Kabupaten PALI. Dari Rp 1,5 Triliun pada tahun sebelumnya, APBD kabupaten PALI diproyeksikan menurun menjadi Rp 1,3 Triliun, disebabkan belum adanya Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) , Ahmad Jhoni, SP MM membenarkan kabar tersebut, dia menjelaskan bahwa upaya sedang dilakukan untuk mengejar bantuan DAK ke Bumi Serepat Serasan. Meskipun demikian, terdapat optimisme dengan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 52 Milyar.
“Pada tahun 2025, diprediksi bakal terjadi penurunan APBD karena belum adanya DAK dari Pemerintah Pusat. Namun, kita berusaha maksimal untuk mendapatkan bantuan DAK dan Pemerintah Provinsi,” ujarnya Senin.(26/2/2024)
Ketua FPTI Kabupaten PALI, Ahmad Jhoni, SP MM, juga menyoroti lima prioritas pembangunan untuk tahun 2025, termasuk pengembangan ekonomi kerakyatan, pengelolaan lingkungan yang lestari, reformasi birokrasi, penurunan angka kemiskinan, dan peningkatan kualitas SDM yang inovatif.
Tema pembangunan kabupaten PALI tahun 2025 yaitu Pengembangan sarana dan prasarana yang maju, merata, berwawasan lingkungan, dan berkelanjutan, ujarnya. (Jon)










Komentar