CIAMIS |Dialog Rakyat.com| Tokoh pemuda berinisial (Y) yang peduli terhadap saluran sungai, menyoroti pekerjaan Normalisasi jaringan irigasi Ciputra haji yang berlokasi di Desa Sukasari kecamatan Banjarsari, kabupaten Ciamis Jawa barat, Jumat (28/06/2024)
Menurut (Y) yang tinggal di Desa Sukasari menjelaskan, bahwa kini pembangunan saluran irigasi yang di mulai dari titik nol Desa Sukasari kecamatan Banjarsari kabupaten Ciamis hingga desa Sindangjaya kecamatan Mangunjaya kabupaten Pangandaran pada saat ini sedang dalam masa pengerjaan.
(Y) Menyayangkan terhadap kegiatan yang sekarang berjalan, dirinya berharap pemerintah khususnya UPTD PSDA wilayah Sungai Citanduy, sebagai dinas yang memiliki peranan penting dalam bidang pengairan, tidak melakukan normalisasi pengerukan sedimen. Malah mendahulukan dulu pekerjaan bongkaran pasangan batu belah.
(Y) menilai urgensi nya apa, rehabilitasi dinding irigasi. Padahal yang dibutuhkan oleh warga di sepanjang bantaran irigasi di desa Sukasari adalah pengerukan (normalisasi) sedimen.
Dirinya menjelaskan,” Berbicara rehabilitasi jaringan irigasi berarti kegiatan tersebut diperuntukkan perbaikan jaringan irigasi guna mengembalikan atau meningkatkan fungsi dan pelayanan irigasi seperti semula,”
” Mari kita bahas dari sedimen dulu, sepanjang bantaran irigasi di desa Sukasari berupa lumpur atau sampah, hingga menimbulkan pendangkalan yang di khawatir kan dimana kala musim penghujan mengakibatkan banjir, efek negatif jika tidak segera ditangani,” jelasnya.
” Selama 50 tahun, saluran irigasi Ciputra haji belum pernah ada penanganan pengerukan (Normalisasi) sedimen, dan idealnya per 20 tahun itu ada pengerukan yang dilakukan dari hulu irigasi sampai ke hilir agar pasokan air bisa tercukupi dan lancar,”
“Pasalnya, sekarang ketebalan sedimentasi di dasar jaringan irigasi sangat tebal dan bisa menyebabkan air meluap ketika debit air meningkat,” Kata (Y) yang berdomisili di Desa Sukasari.
Lanjut (Y), dirinya menilai pada saat ini berada di musim kemarau, sangatlah tepat pembersihan sedimen dilakukan. Agar bisa memaksimalkan suplai air untuk kebutuhan tanaman petani dimana kala musim penghujan datang.
” Salah satunya efek banjir dapat teratasi, selain itu juga bisa mengatur debit air yang disalurkan untuk lahan persawahan petani,” imbuhnya.
Toto Kasdian selaku kepala satuan unit pelaksana (KSUP) ketika di wawancara via telepon WA mengatakan,” Untuk pengerjaan normalisasi akan dilaksanakan setelah selesai pekerjaan ini, insyaallah akan ada program lanjutan, cuma titiknya belum tentu, nanti dilihat dari situasi dan kondisi, yang sekiranya urgent atau penting,” pungkasnya. (hendra/masluh)





Komentar