Banjir Tahunan di Gedebage Kian Meluas, DPRD Jabar Soroti Alih Fungsi Lahan di Hulu

BANDUNG | dialograkyat.com – Kawasan Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat, kembali dilanda banjir akibat hujan deras. Banjir yang sebelumnya hanya terjadi di beberapa titik kini meluas hingga seberang Markas Kepolisian Daerah Jawa Barat (Mapolda Jabar) dan kawasan Panyileukan.

Kondisi ini bukan kali pertama terjadi. Dari tahun ke tahun, kawasan Gedebage selalu menjadi langganan banjir meskipun Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasinya. Namun, faktanya, setiap hujan deras melanda, genangan air tetap terjadi.

Bahkan, selama tiga hari berturut-turut, sejak Kamis (6/3/2025) hingga Sabtu (8/3/2025), banjir kembali merendam kawasan tersebut. Dampaknya, arus lalu lintas di Jalan Soekarno Hatta mengalami kemacetan parah. Tak hanya di Gedebage, banjir juga melanda beberapa titik lain, termasuk Komplek Kawaluyaan, yang sebelumnya tidak pernah terdampak banjir.

Menanggapi kondisi ini, Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat, Rafael Situmorang, menyoroti permasalahan alih fungsi lahan di wilayah hulu sebagai salah satu penyebab utama banjir. Ia menyebut bahwa kawasan resapan air di Kawasan Bandung Utara (KBU) semakin terganggu akibat maraknya pembangunan yang tidak sesuai aturan.

“Iya Kang, ini akumulasi dari persoalan di hulu. Ada alih fungsi lahan yang menyebabkan kawasan resapan air di KBU tidak berfungsi dengan baik karena terganggu oleh bangunan-bangunan,” ujar Rafael dari Fraksi PDIP, Minggu (9/3/2025).

Rafael juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menindak pelanggaran pembangunan di KBU, namun permasalahan ini masih berlanjut.

Dengan kondisi banjir yang semakin meluas, diperlukan langkah konkret dari pemerintah untuk menertibkan pembangunan yang melanggar aturan, serta mencari solusi jangka panjang agar banjir di kawasan Gedebage dan sekitarnya tidak terus berulang. (Adip/Elvin)

Komentar