GARUT | Dialog Rakyat – Aksi pengeroyokan oleh sekelompok geng motor yang terjadi di depan Apotek Otista, Jalan Raya Otista, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, terekam kamera dan menjadi viral di media sosial. Dalam video berdurasi hampir 3 menit, terlihat dua pemuda menjadi korban kekerasan brutal oleh sekelompok pelaku bermotor.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H., menyatakan bahwa Polres Garut bergerak cepat melalui Unit III Jatanras Satreskrim dan Tim Sancang untuk menyelidiki dan menangkap para pelaku.
“Penangkapan dilakukan pada Sabtu, 28 Juni 2025 pukul 07.45 WIB. Lima tersangka berhasil kami amankan atas dugaan tindak pidana kekerasan secara bersama-sama terhadap orang di muka umum, sesuai Pasal 170 KUHP,” ungkap Kombes Hendra.
Menurut Kasat Reskrim Polres Garut AKP Joko Prihatin, kejadian bermula pada Jumat dini hari, 27 Juni 2025 pukul 01.00 WIB, ketika dua korban bernama Bagas dan Panji sedang makan cuanki di sekitar Alun-Alun Tarogong. Tiba-tiba, empat orang pelaku yang menaiki satu sepeda motor terjatuh. Saat korban berusaha menolong, niat baik itu malah dibalas dengan kekerasan.
Tidak sampai di situ, ketika korban melanjutkan perjalanan ke arah Simpang Lima, mereka kembali dipepet oleh para pelaku dan dianiaya di depan Apotek Otista. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka memar di bagian kepala dan wajah.
Laporan langsung dibuat ke Polres Garut, dan dalam waktu kurang dari 24 jam, lima pelaku berhasil diamankan. Identitas mereka adalah AD (26), AG (18), E (22), FMA (22), dan R (18). Para pelaku berasal dari Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, dan memiliki latar belakang beragam mulai dari pelajar, mahasiswa hingga buruh harian lepas.
Barang Bukti yang disita antara lain:
- Sebilah pisau ukir sepanjang 15 cm
- 1 unit sepeda motor Suzuki Smash warna hitam
- Pakaian yang dikenakan saat kejadian, termasuk hoodie dan jaket berciri khas mencolok
“Proses hukum akan kami jalankan dengan tegas dan profesional. Kami juga mengapresiasi masyarakat yang aktif memberikan informasi terkait kasus ini,” tambah Kombes Hendra. (arison/hms)













Comment