Tokoh Ciamis Selatan Tegas Menolak Wacana Penggabungan dengan Kota Banjar

CIAMIS | DialogRakyat.com — Gelombang penolakan terhadap isu wacana penggabungan wilayah Ciamis Selatan ke Kota Banjar terus bermunculan. Tokoh masyarakat dari lima kecamatan—Banjarsari, Banjaranyar, Purwadadi, Lakbok, dan Pamarican—secara tegas menyatakan keberatannya atas wacana tersebut.

Mereka menilai, isu penggabungan wilayah itu tidak memiliki dasar argumentasi kuat dan tidak didukung oleh kajian maupun aspirasi masyarakat. Sebagian tokoh bahkan menilai wacana tersebut hanya bersifat sensasional.

Salah satu tokoh masyarakat Purwadadi, Marsono, menyampaikan ketidaksetujuannya. Menurutnya, penggabungan wilayah harus dilandasi kajian mendalam dari berbagai aspek, bukan berdasarkan kepentingan kelompok tertentu.

“Wacana penggabungan wilayah harus dibangun di atas kajian yang komprehensif, bukan sekadar emosional atau kepentingan pribadi,” tegasnya.

Ia juga menyayangkan adanya anggapan bahwa Pemerintah Kabupaten Ciamis kurang memberi perhatian kepada wilayah selatan. Menurutnya, anggapan tersebut tidak tepat.

“Pemda Ciamis justru telah melakukan pemerataan pembangunan, baik sumber daya manusia maupun infrastruktur, di lima kecamatan tersebut,” jelasnya.

Marsono menambahkan bahwa pemerintah daerah telah menggelontorkan anggaran puluhan miliar rupiah untuk pembangunan infrastruktur dan fasilitas layanan publik di wilayah Ciamis Selatan.

“Bahkan penghargaan sebesar Rp40 miliar yang diterima Ciamis juga dialokasikan seluruhnya untuk pembangunan infrastruktur jalan di Ciamis Selatan,” ungkapnya.

Terkait wacana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Kawasen, Marsono menyebut bahwa hal itu sah saja dilakukan selama didasari kajian yang kuat.

“Namun wacana pembentukan DOB jangan sampai dilandasi kebencian atau kepentingan pribadi,” pungkasnya.

Senada dengan Marsono, tokoh pemuda Banjarsari, Zenal (King Komar), juga menyatakan ketidaksetujuannya terhadap isu penggabungan dengan Kota Banjar. Ia mempertanyakan langkah sejumlah tokoh yang sebelumnya mengusung DOB namun kemudian melakukan pertemuan dengan pihak Kota Banjar.

“Setahu saya awalnya mereka menginginkan DOB. Tapi mengapa kini justru berharap Ciamis Selatan bergabung dengan Kota Banjar?” ujarnya.

Menurut Zenal, pertemuan pengurus presidium dengan Pemerintah Kota Banjar menunjukkan ketidakkonsistenan pihak yang mengusung wacana DOB.

“Hal itu membuat seluruh agenda yang selama ini diperjuangkan menjadi tidak konsisten dan berpotensi sia-sia,” katanya menutup pembicaraan. (masluh)

Komentar