Dialog Jabar

Kemenhut Beserta Multipihak Pulihkan Alam dengan Teknologi Drone, Rehabilitasi Lahan Pasca Longsor di Cisarua

×

Kemenhut Beserta Multipihak Pulihkan Alam dengan Teknologi Drone, Rehabilitasi Lahan Pasca Longsor di Cisarua

Sebarkan artikel ini
Inovasi Rehabilitasi Hutan, Kemenhut Gunakan Drone Tanam Bibit di Lokasi Longsor Cisarua (dok/ist)

BANDUNG BARAT | Dialograkyat.com -Upaya pemulihan lingkungan terus dilakukan pemerintah melalui inovasi teknologi. *Kemenhut melalui* Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Citarum Ciliwung beserta Pemprov Jawa Barat, Perhutani dan UGM melakukan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) di kawasan bekas longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, dengan memanfaatkan teknologi drone untuk proses penanaman.

Kegiatan ini dilaksanakan melalui sinergi dan kolaborasi antara BPDAS Citarum Ciliwung, Pemprov Jabar, Perhutani dan tim dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada dalam rangka uji coba metode rehabilitasi kawasan hutan yang mengalami kerusakan akibat bencana longsor. Penggunaan drone menjadi solusi untuk menjangkau area yang sulit diakses oleh tenaga manusia.

Kepala Balai BPDAS Citarum Ciliwung Heru Permana menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi ini merupakan bagian dari inovasi dalam mempercepat proses rehabilitasi lahan kritis sekaligus meningkatkan efektivitas penanaman.

“Dengan teknologi drone, proses penanaman dapat menjangkau lokasi-lokasi yang curam, rawan, atau sulit dijangkau oleh tenaga lapangan. Ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat pemulihan ekosistem,” ujarnya.

Program rehabilitasi tersebut juga menjadi bagian dari dukungan Pusat (Kemenhut.red) terhadap kerja sama internasional antara Indonesia dan Norwegia melalui program FOLU Net Sink 2030, yang bertujuan menekan emisi karbon dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, di antaranya Sekditjen PDASRH, Kepala Dinas Kehutanan Jawa Barat, Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jawa Barat, Kepala Balai BPDAS Citarum Ciliwung, Kadivre Jawa Barat–Banten, serta tim akademisi dari Fakultas Kehutanan UGM.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan mitra internasional, diharapkan rehabilitasi kawasan hutan yang terdampak bencana dapat berjalan lebih cepat dan efektif. Selain memulihkan tutupan lahan, upaya ini juga penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem serta mengurangi risiko bencana di masa mendatang.

Pemanfaatan teknologi modern dalam rehabilitasi hutan menunjukkan bahwa masa depan pengelolaan kehutanan tidak hanya bergantung pada kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga pada inovasi dan kolaborasi lintas sektor.

Dengan langkah tersebut, diharapkan kawasan hijau di wilayah Bandung Barat dapat kembali pulih dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta kelestarian lingkungan. (ded)

Comment