PALI | Dialograkyat.com – Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Kusuma Bangsa Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menggelar sosialisasi pencegahan perundungan (bullying) dan kekerasan, Minggu (3/5/2026), di SMP Negeri 1 Penukal, Desa Air Itam.
Kegiatan ini mengusung tema “Mari Ciptakan Lingkungan yang Aman, Nyaman, dan Menyenangkan Bersama PKBM Kusuma Bangsa Menuju PALI Maju, Indonesia Emas.” Sosialisasi diikuti peserta didik Paket A, B, dan C, jajaran kepala sekolah, dewan guru, kelompok kerja (pokja) PKBM Kusuma Bangsa dari Talang Ubi, Tanah Abang, Abab, Penukal, dan Penukal Utara.
Hadir sebagai narasumber, Mega Sari Prasamyati, S.Pd., yang memberikan pemahaman kepada peserta terkait pentingnya mencegah perundungan dan kekerasan di lingkungan belajar.
Kepala Sekolah PKBM Kusuma Bangsa Kabupaten PALI, Aditia, Am.Pd., mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun lingkungan belajar yang aman dan kondusif melalui penerapan disiplin positif.

Menurutnya, program pencegahan perundungan dan kekerasan berbasis sekolah bertujuan menanamkan tanggung jawab kepada peserta didik atas setiap tindakan yang dilakukan, tanpa mengabaikan penghormatan terhadap diri sendiri maupun orang lain.
“Program ini dirancang agar peserta didik mampu memahami pentingnya disiplin positif, bertanggung jawab atas perilaku mereka, serta menjadikan lingkungan belajar lebih aman, nyaman, dan menyenangkan,” ujar Aditia.
Ia menegaskan, penerapan disiplin positif di lingkungan PKBM diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang bebas dari perundungan maupun kekerasan.
Sementara itu, Ketua Pembina PKBM Kusuma Bangsa Kabupaten PALI, Ali Azmi, S.Pd., menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai pengertian bullying, faktor penyebab, hingga dampak yang ditimbulkan.
“Inti dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang besarnya dampak perundungan di lingkungan pendidikan. Perundungan sering kali terus terjadi karena adanya pembiaran dari lingkungan sekitar tanpa memikirkan dampak psikologis yang dialami korban,” kata Ali Azmi.
Ia menegaskan, PKBM Kusuma Bangsa berkomitmen memberantas segala bentuk perundungan dan kekerasan, baik yang dilakukan oleh teman sebaya, kakak tingkat, adik tingkat, maupun tenaga pendidik.
Dalam pemaparannya, narasumber Mega Sari Prasamyati, S.Pd., menyebut kasus perundungan pada anak masih kerap terjadi dan menjadi perhatian serius bagi orang tua maupun tenaga pendidik.
Menurutnya, rendahnya pemahaman masyarakat terhadap dampak bullying menjadi salah satu penyebab masih maraknya kasus perundungan di lingkungan pendidikan.
“Dampak perundungan sangat berpengaruh terhadap kondisi psikologis korban. Karena itu, pencegahan harus dimulai dari peningkatan pemahaman bersama agar kasus serupa tidak terus berulang,” ujar Mega.
Ia menambahkan, fenomena perundungan dan kekerasan yang masih terjadi di sejumlah sekolah menjadi alasan penting bagi PKBM Kusuma Bangsa untuk terus mengedukasi peserta didik melalui kegiatan sosialisasi.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama Ketua Pembina, kepala sekolah, dewan guru, pokja, serta peserta didik Paket A, B, dan C. (Jon)













Comment