BANDUNG | Dialog Rakyat | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan di Indonesia akan terjadi cuaca ekstrim El Nino dan kemarau Panjang akan berlangsung hingga bulan September. Hal ini tentu menjadi ancaman yang harus diantisipasi oleh pemerintah khususnya kabupaten Indramayu agar produktivitas pertanian tetap terjaga, sehingga ketahanan pangan tidak terganggu.
Menurut anggota DPRD Jawa Barat, H. Kasan Basari, SH dari Fraksi Gerindra, perkiraan yang dilansir oleh BMKG itu, harus menjadi perhatian dan diantipasi pemerintah agar Indonesia khusus Indramayu, karena di Jabar, sebagai salah satu lumbung ketahanan pangan Nasional tidak terjadi gagal tanam dan gagal panen.
Untuk itu, anggota DPRD Jawa Barat, H. Kasan Basari, SH dari Fraksi Gerindra, terus mendorong Pemerintah Provinsi Jabar maupun Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk dapat meningkatkan produksi pangan dan menjaga ketahanan pangan Regional dan Nasional.
“Kami terus mendorong produksi pangan agar terus dapat ditingkatkan, namun kita juga harus mempertimbangan dan mengantisipasi ancaman cuaca ekstrim dan musim kemarau”, kata anggota DPRD Jawa Barat, H. Kasan Basari, SH dari Fraksi Gerindra Dapil Jabar XII (Kab/kota Cirebon-Kab Indramayu) saat dimintai tanggapannya terkait ketersediaan katahanan pangan ditengah ancaman cuaca ekstrim dan musim kamarau tahun 2023.
BMKG memperkirakan cuaca ekstrim dan kemarau Panjang akan berlangsung hingga bulan September, untuk itu, agar produktivitas pangan tetap terjaga, maka pemerintah harus diantisipasi.
Ada beberapa hal yang harus diantisipasi dengan memperbaiki sarana-prasarana infrastruktur, diantaranya memperbaiki irigasi, mennjaga ketersediaan air untuk pertanian. Selain itu, yang tidak kalah pentingnya yaitu ketersediaan bibit-bibit unggul hasil inovasi dan kajian restik. Serta ketersediaan pupuk baik organik maupun non organik.
Jadi, kita sangat mendorong pemerintah dalam menjaga ketersediaan kebutuhan pangan. Bahkan dalam rapat penyusunan anggaran, kita juga mendorong mitra dari Dinas SDA Jabar untuk memperbaiki jaringan irigasi dan membangun embung-embung sebagai lokasi tanggapan dan menampung air.
Keberadaan embung sangat penting untuk pertanian dalam menenuhi kebutuhan air pertanian untuk disalurkan ke sawah-sawah saat musim kemarau. Namun, dalam menyalur air kesawah-sawah tentunya membutuhkan jaringan irigasi yang memadai. Sehingga, saat musim tanam walaupun cuaca ekstrim dan kemarau tetap terairin. Tandasnya. (sabur/adikarya).













Comment