Langkah Nyata Jaga Lingkungan, BPDAS Asahan Barumun Gaet Komunitas Adat

TOBA | dialograkyat.com – Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Asahan Barumun berkolaborasi untuk konservasi bertajuk Imbuhan Mata Air (Majou Mulak Mata Mual) bersama Komunitas Rumahela.

Kolaborasi tersebut berlangsung dalam suasana penuh semangat pelestarian lingkungan dan budaya, disaksikan langsung oleh Anggota Komisi III DPR-RI, Dr. HINCA I.P. PANDJAITAN XIII, S.H., M.H., ACCS., yang juga menjadi pembina komunitas tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan ini, musisi nasional ternama sekaligus Ketua Komunitas Rumahela, Viky Sianipar, yang dikenal luas atas kiprahnya dalam pelestarian budaya Batak dan lingkungan hidup. Dalam komunitas, Viky Sianipar juga memegang peran sebagai Panglima Mata Mual — sebutan simbolis untuk penggerak utama pelestarian sumber air berbasis adat dan budaya.

Kepala BPDAS Asahan Barumun, Taufik Siregar, menegaskan bahwa Kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS) serta memperkuat peran aktif masyarakat dalam konservasi lingkungan yang selaras dengan kearifan lokal.

“Kolaborasi ini bukan sekadar kerja teknis, tetapi juga gerakan sosial-ekologis yang menyatukan ilmu, budaya, dan kesadaran masyarakat lokal dalam menjaga air sebagai sumber kehidupan,” ujarnya.

Sinergi antara Ilmu, Budaya, dan Komunitas

Program Majou Mulak Mata Mual sendiri merupakan upaya pemulihan dan perlindungan mata air yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan air bersih masyarakat di kawasan hulu DAS. Dalam konsep ini, komunitas lokal diberdayakan sebagai garda terdepan pemantau dan penjaga sumber daya air melalui pendekatan partisipatif dan adat istiadat.

Viky Sianipar menyampaikan bahwa pelestarian lingkungan tidak bisa dilepaskan dari pelestarian budaya. Ia berharap, kerja sama ini menjadi model kolaborasi antara negara dan masyarakat adat yang bisa direplikasi di berbagai daerah lain.

“Kita tidak bisa bicara konservasi tanpa menghormati nilai-nilai lokal. Air itu tidak hanya fisik, tapi juga spiritual bagi masyarakat adat. Inilah semangat Mata Mual,” tutur Viky.

Peran Legislator dalam Mendorong Kebijakan Berbasis Kearifan Lokal

Anggota DPR RI, Dr. HINCA I.P. PANDJAITAN XIII, S.H., M.H., ACCS, menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan komitmennya untuk terus mendorong lahirnya regulasi dan dukungan anggaran yang memperkuat peran komunitas adat dalam pelestarian lingkungan.

“Negara perlu hadir dalam semangat gotong royong semacam ini. Saya percaya, jika komunitas diberdayakan, maka konservasi akan berakar kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kegiatan ini ditutup dengan prosesi simbolik penyerahan bibit pohon endemik dan penanaman pohon bersama sebagai simbol komitmen bersama menjaga kelestarian sumber air. (***)

Komentar