MUBA | Dialog Rakyat | Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) pada tahun 2019 telah menganggarkan dana lebih kurang sebesar Rp.118 Milyar dalam APBD Muba untuk proyek Peningkatan Jalan SP. Sukarami ke Slabu Dawas sepanjang 39,3 KM.
Proyek peningkatan jalan dan pelebaran dianggarkan sebesar Rp.118 Miliar pada tahun 2019 yang dimulai dari SP Sukarami ke Slabu Dawas sepanjang 39.3 KM, dan dari SP Slabu Dawas ke SP Slabu Burlian makmur (C 2) sepanjang 27 KM. Dari item tersebut, ada pekerjaan Pelebaran Jalan dan Pengaspalan sepanjang 30 KM dengan Aspal Hotmix.
Berdasarkan hasil pemantauan kami ( LSM Mitra Kejati-red) dilapangan tidak terlihat sama sekali kalau jalan dari SP Sukarami – SP Slabu Burlian Makmur sudah dilakukan peningkatan. Hal ini terbukti, kondisi jalan dari Pp.Sukarami-Slabu Burlian Makmur ( C 2 ) sekarang sudah hancur, bahkan kendaraan kecilpun tidak bisa lewat.

Untuk itu, Kami dari LSM Mitra Kejati mempertanyakan kepada Pemkab Muba melalui Dinas PU, apa benar jalan sepanjang 27 KM dari SP Sukarami – SP Slabu Burlian Makmur, sudah diperbaiki ?. kalau sudah, kenapa kini kondisinya sudah rusak parah?., ujar Ketua LSM Mitra Kejati, Taswin dalam rilis yang diterima Redaksi Dialograkyat.com, Jum’at (18/9-2020).
Kami juga mempertanyakan, Pekejaan Aspal Hotmix yang sepanjang 30 KM yaitu SP. Sukarami ke Slabu Dawas sepanjang 39,3 KM.
Kenapa kami pertanyakan, karena kini kondisi jalannya sudah hancur, tingkat kehancuran jalan paling parah terletak di Desa Sp Saut. Sp.Dawas. Bahkan tampak jelas tidak ada pelebaran jalan.
Taswin juga mempertanyakan, Aspal yang di gunakan, AC-ACBC- AC BESE, hasil temuan pengaspalan hanya satu lapis, sedangkan batu Aggregat hanya untk Pecingan, Dana yang terserap tidak mencapai Rp.118 millyar.
Lebih lanjut LSM Mitra Kejati juga mempertanyakan, apakah ada, dianggarkan dalam APBD Muba tahun 2020, Proyek Peningkatan jalan tersebut dilanjutkan ?,Karena menurut informasi yang Kami dapatkan bahwa judul Peningkatan jalan tersebut belum di rencanakan.
Bahkan kami juga menemukan keanehan, kalau tidak ada dalam perencanaan, kenapa Dana lebih kurang Rp.70 miliyar ada dalam APBD Perubahan. Bahkan sudah disahkan oleh DPRD Kab Muda. Bahkan lebih anehnya lagi tidak sampai satu minggu, proyek ABT 2020.
Dengan adanya kejanggalan dan keanehan tersebut, maka Kami menduga paket proyek tidak ada perencanaan (RAB yang dibuat main Tembak ), ujar Taswin penuh tanya.

Untuk itu, agar hasil informasi masyarakat, investigasi dan pemantauan dilapangan dan foto-foto yang kami (LSM Mitra Kejati-red) dapatkan dari lapangan tentunya membutuhkan klarifikasi dari pihak Pemkab Muda terutama dari Dinas PU Muba. (ded)













Comment