Dialog Sumsel

Jalan Rusak, Warga PALI Keluhkan Dump Truk Pengangkut Tanah Timbunan dan Matrial

×

Jalan Rusak, Warga PALI Keluhkan Dump Truk Pengangkut Tanah Timbunan dan Matrial

Sebarkan artikel ini
Kondisi jalan lingkar penghubung Desa Simpang Tiga Babat Kecamatan Penukal. (Foto: Jon/Dialog)

PALI | Dialog Rakyat | Keberadaan dump truk pengangkut tanah timbunan dan matrial pembangunan jembatan Desa Babat Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang melintas di jalan lingkar penghubung Desa Simpang Tiga Babat Kecamatan Penukal.

Dump truk yang diduga melebihi kapasitas muatan tersebut diduga membuat kerusakan di sejumlah ruas jalan, apalagi dimusim penghujan seperti sekarang jalan tersebut banyak yang yang mengalami kerusakan dan licin, jika dimusim kemarau seperti bulan bulan sebelumnya banyak debu yang berterbangan dihempas angin, otomatis mengganggu aktivitas warga. Terutama pernafasan apa lagi warga yang rumahnya dipinggir jalan yang dilintasi kendaraan tersebut.

“Kami merasa terganggu baik pernafasan dan pangelihatan, Apa lagi kami petani karet yg setiap hari beraktifitas dan mau tidak mau melintasi jalan yang dilintasi kendaraan pengangkut material bangunan tersebut ,” kata warga Babat yang tak mau namanya disebutkan.

Banyak warga yang mengeluhkan dengan banyaknya dump truk pengangkut tanah timbunan dan bahan pangunan yang sering melintasi jalan lingkar penghubung Desa Simpang Tiga Babat, dan tidak memperhatikan lingkungan sekitar, musim panas banyak debu dan musim penghujan ruas jalan banyak yang rusak dan licin campur lumpur, ujarnya.

“Terlebih saat turun hujan seperti ini Jalan menjadi licin campur lumpur, dan membahayakan bagi pengendara lain, apalagi kendaraan yang mengangkut material bangunan tersebut diduga melebihi kapasitas muatan Sangat membahayakan bagi pengendara lain,” jelasnya.

Selain itu, kendaraan yang diduga melebihi kapasitas tersebut juga membuat kerusakan jalan semakin parah,” ujarnya.

Ketua BPD Desa Babat, Amsaludin yang ikut menemani media ini kelapangan sambil menunjukan jalan tersebut yang kian hari rusak oleh kendaraan pengangkut bahan bangunan jembatan tersebut, Senin (6/12).

Amsaludin mengatakan, aktivitas pembangunan jembatan Desa Babat banyak mendapat kritikan dan keluhan warga, tuturnya.

Kepala Desa Babat, Arie Meidiansyah F, S.Pd ketika dihubungi dikantornya belum lama ini mengatakan, terkait keluhan warga masalah debu dan jalan rusak sudah kita sampaikan ke pihak perusahan, pihak perusahan berjanji akan membenari jalan yang rusak dan berlobang. ” kata kades”

“mengingat sebelum adanya proyek pembangunan jembatan, jalan dalam wilaya Desa Babat baik-baik saja bahkan nyaris tak berlobang dan Semenjak ada proyek pembangunan jembatan ini, jalan penghubung Desa Simpang Tiga Babat menjadi rusak berlumpur dan berlombang,” ujarnya Kades.

Informasi yang dihimpun, pembangunan jembatan Desa Babat didanai APBD Kabupaten PALI Tahun 2021 (Dana Bangub), pembangunan jembatan tersebut berada di sekitar pemukiman, sehingga masyarakat yang hendak beraktifitas ke kebun karet setiap hari, sulit menghindari debu dan jalan rusak/berlobang bercampur licin lantaran kendaraan-kendaraan pengangkut tanah timbunan banyak yang berjatuhan sehingga membuat jalan semakin licin.

Ketika di hubunggi pihak kordinator pengawas lapangan PT. Tito Aristo Kontrindo Feri, terkait hal tersebut mengatakan, memang benar dump truk pengangut tanah dan alat matrial pangunan yang melintasi jalan yang dimaksud karna jalan yang kita pangun jembatan ini tidak bisa kita gunakan, mengingat jalan ini ada pipa minyak pertamina, otomatis tidak bisa dilewatkan, karna minyak dan gas peresiko tingi, katanya.

Sementara itu jalan yang rusak perlobang akibat di lewati dump truk, nanti kita akan di benari, janjinya. (Jon)

Comment