OKI SUMSEL, Dialograkyat.com –-Dalam menghadapi potensi puncak kemarau yang terkonfirmasi di bulan Agustus, Manggala Agni Daops Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan memperkuat langkah-langkah pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah setempat.
Upaya ini dilakukan melalui patroli mandiri dan patroli terpadu dengan cara sosialisasi kepada masyarakat, serta peningkatan kesiapsiagaan personel dan peralatan pemadam.
Kegiatan patroli difokuskan pada wilayah-wilayah rawan di 30 desa taget patroli mandiri dan 4 desa target patroli terpadu, terutama wilayah yang memiliki lahan gambut dan kawasan perkebunan yang kerap terdampak karhutla.
“Kami terus meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah, stakeholder terkait dan masyarakat peduli api (MPA) dalam mengantisipasi potensi karhutla, mengingat wilayah OKI merupakan salah satu daerah rawan di Sumsel,” ujar Kepala Manggala Agni Daops OKI Edi Satriawan, S.P.
Pemerintah Kabupaten OKI turut mendukung langkah ini melalui pembentukan posko siaga karhutla serta pelatihan dan penyediaan alat pemadam api ringan di tingkat desa di tiap Kecamatan yang langsung di komandoi oleh Camat.
Adapun kondisi saat ini menurut Edi Satriawan, baru terpantau dua titik hotspot muncul dari desa rawan karhutla, yakni Desa Jungkal dan Pampangan. Kemudian sejumlah petugas langsung diterjunkan ke titik koordinat guna menyelusuri kondisi atau fakta di lapangan.
“Informasi yang kita peroleh dari petugas di lapangan, bahwa kondisi di lokasi saat ini masih dalam kondisi aman, ” ujar Edi Satriawan saat ditemui di Kantor Manggala Agni Daops OKI, di Jalan Sepucuk, Kelurahan Kedaton, Selasa (22/7/25).
Berikut dirinya juga menjelaskan bahwa titik hotspot karhutla yang dimaksudkan adalah suhu panas yang artinya belum bisa dipastikan bahwa di lokasi tersebut sudah dalam kondisi terbakar. Bahkan sungai pun menurut Edi Satriawan bisa menjadi titik hotspot ketika memliki suhu panas berlebih.
Namun demikian, Manggala Agni daops OKI mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan jika menemukan titik api di sekitar permukiman atau lahan pertanian. (Muchtar k.a)










Komentar