Sejarah Hari Kesaktian Pancasila. Tema Tahun 2025 “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya”

Jakarta – dialograkyat.com
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila
dilakukan untuk mengenang kembali sejarah dalam mempertahankan ideologi bangsa.

Termasuk penghormatan terhadap jasa para 10 Pahlawan Revolusi yang gugur dalam peristiwa Gerakan 30 September atau lebih dikenal dengan sebutan G30S. Pada malam 30 September, 10 orang gugur dan jenazahnya dikumpulkan dalam satu lubang.

Berikut adalah daftar lengkap para korban dalam peristiwa G30S: Jenderal (Anumerta) Ahmad Yani Letjen (Anumerta) Raden Suprapto Letjen (Anumerta) Mas Tirtodarmo Haryono Letjen (Anumerta) Siswondo Parman Mayjen
(Anumerta) Donald Isaac Panjaitan Mayjen (Anumerta) Sutoyo Siswomiharjo Brigjen (Anumerta) Katamso Darmokusumo Kolonel (Anumerta) Sugiyono Mangunwiyoto .Kapten (Anumerta) Pierre Tendean Ajun Inspektur Polisi Dua (Anumerta) Karel Sadsuitubun Sementara, Hari Kesaktian Pancasila dicetuskan oleh Presiden kedua RI Soeharto.

Penetapannya termaksud dalam Surat Keputusan Menteri/Panglima Angkatan Darat tanggal 17 September 1966 (Kep 977/9/1966). Surat ini menerangkan bahwa setiap 1 Oktober adalah Hari Kesaktian Pancasila dan harus diperingati angkatan darat. Selanjutnya, peringatan tersebut juga tertuang ke dalam Keputusan Presiden RI Nomor 153 Tahun 1967. Keppres itu ditetapkan Pejabat Presiden RI Jenderal TNI Soeharto.

Di bawah sayap Garuda, kita mengenang mereka yang telah gugur, para Pahlawan Revolusi, demi tegaknya Pancasila. Pengorbanan mereka menyuburkan tanah air, dan keberanian mereka jadi nyala abadi bagi bangsa.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya dimaknai sebagai upacara bendera semata. Setiap rangkaian acaranya membawa pesan mendalam agar generasi muda memahami betapa pentingnya Pancasila sebagai dasar dan ideologi bangsa.
Tema: “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya”(Red)

Komentar