Jakarta | dialograkyat.com –Tuntutan rakyat yang ingin Kapolri diganti sepertinya berakhir dengan persetujuan Presiden Prabowo.
Saat ini beredar kabar Prabowo telah mengirimkan surat ke DPR RI terkait pergantian Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Desakan pergantian Kapolri dari berbagai pihak baik pelajar atau pengamat hingga rakyat biasa bermula dari kematian Affan Kurniawan yang terlindas oknum kepolisian.
Jenderal Listyo dinilai gagal mengamankan kericuhan unjuk rasa di akhir Agustus hingga awal September baik di Jakarta maupun berbagai daerah di tanah air yang mengakibatkan 10 orang meninggal dunia.
Tak hanya persoalan korban meninggal dunia bahkan banyak pendemo yang hingga saat ini masih ditahan di kantor polisi bahkan kabarnya ada yang menerima penyiksaan fisik.
Selain itu kenaikan pangkat oleh para polisi yang cedera akibat pengamanan massal aksi yang upacaranya dipimpin Kapolri ikut mengundang kemarahan masyarakat karena dinilai tidak pantas dilakukan di tengah duka para korban.
Narasi pergantian Kapolri semangkin berkembang di media sosial dan informasi yang beredar di kalangan awak media Menyebutkan ada dua nama perwira tinggi yang dikirim istana ke parlemen.
Keduanya berpangkat komjen, dan satu di antaranya baru naik pangkat bintang tiga.
Namun info di kalangan wartawan menyebut, diperkirakan akhir pekan atau awal pekan depan akan ada pengumuman dari Istana terkait isu Polri ini.
Komjen Suyudi Ario Seto sendiri masuk daftar jenderal yang berpeluang menjadi Kapolri menggantikan Listyo Sigit.
Suyudi merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994.
Selain Komjen Suyudi, nama lain yang diprediksi masuk bursa calon Kapolri adalah Komjen Dedi Prasetyo.
Pada Surat Telegram Nomor: ST/1764/VIII/KEP./2025, tanggal 5 Agustus 2025, Komjen Dedi Prasetyo ditunjuk sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara RI (Wakapolri) oleh Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo.
Namun hingga saat ini kabar pergantian tersebut belum terkonfirmasi secara resmi oleh pihak istana.(Edison)













Comment