BALI | DIALOG RAKYAT | Memanfaatkan libur Minggu (15/1/2023) kemarin, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono bersama Ibu Kartika Basuki Hadimuljono meninjau kawasan Rehabilitasi dan Konservasi Hutan Mangrove Tahura Ngurah Rai Bali, di Denpasar. Tinjauan dilakukan dalam rangka pemantauan pelaksanaan kebijakan OPOR (Operasi Pemeliharaan Optimalisasi dan Rehabilitasi) di infrastruktur PUPR pasca kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali.
Selain penataan Kawasan Mangrove, Kementerian PUPR juga merehabilitasi Waduk Muara seluas 35 ha. Waduk ini berfungsi untuk mendukung sumber penyedia air baku sebesar 500 liter/detik di kawasan pariwisata, khususnya di Kuta, Benoa, Nusa Dua, dan sekitar Bandara I Ngurah Rai.
Dalam tinjauannya, Menteri Basuki menekankan pentingnya pemeliharaan infrastruktur yang telah dibangun dengan baik agar dapat terjaga kebersihannya, sehingga nilai aset yang telah terbangun dapat dimanfaatkan dengan maksimal.

Sebelum meninggalkan area mangrove, Menteri Basuki beserta Ibu Kartika Basuki juga melihat persemaian benih yang saat ini tengah dilakukan di area tersebut.
Sementara ditempat terpisah Kepala BPDAS Unda Anyar Provinsi Bali, Tri Adi Wibisono membenarkan Menteri PUPR meninjau pemanfaatan persemaian mangrove suwung Bali pasca G20.
Menurutnya, dalam kunjungan pada hari Minggu, (15 Januari 2023) Bapak Basuki Hadimuljono bersama Ibu Kartika Basuki juga meninjau kerja petugas persemaian BPDAS Unda Anyar Bali, yang sedang menyemai benih mangrove jenis avicenea di rumah produksi.

Selain itu, ditinjau pula ketersedian bibit di open growth area dan green house. “Bibit mangrove produksi persemaian ini dipergunakan untuk rehabilitasi hutan mangrove di prov Bali, Jawa Timur, dan NTB di tahun 2023.” Ujar Tri Adi Wibisono kepada media ini melalui pesan singkatnya.
Dikatakannya, pada tahun 2022, sebagian bibit tersebut telah ditanam di wilayah Bali Barat.
Dalam kesempatan tersebut, menteri PURP mengapresiasi kerja2 petugas pada hari libur untuk mempertahankan kontinuitas produksi dan ketersediaan bibit mangrove siap tanam yg berkualitas serta merawat dan mengoptimalkan sarana prasarana yang telah dibangun. Pungkasnya. (I gede/red)








Komentar