BANDUNG | dialograkyat.com – Bulan Ramadan bukan hanya momen untuk memperdalam keimanan dan ketakwaan, tetapi juga menjadi kesempatan emas untuk menanamkan nilai-nilai budi pekerti dan pendidikan karakter kepada generasi muda.
Menyadari pentingnya hal tersebut, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat meluncurkan program SmartTren Ramadan 2025, sebuah inisiatif yang dirancang untuk menumbuhkan karakter mulia melalui serangkaian kegiatan keagamaan dan sosial yang terintegrasi dengan lingkungan sekolah.
Program ini diikuti oleh seluruh satuan pendidikan jenjang SMA/SMK, termasuk SLB, baik secara daring maupun luring, dengan dukungan penuh dari kepala sekolah, guru, pengawas, serta orang tua siswa.
1. Pembukaan SmartTren Ramadan (Senin, 3 Maret 2025)
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan resmi pada 3 Maret 2025 pukul 09.00 WIB. Acara ini dihadiri secara luring oleh pegawai Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, kepala sekolah, pengawas, dan guru dari satuan pendidikan terdekat. Sementara itu, peserta dari seluruh wilayah Jawa Barat dapat mengikuti secara daring.
Setelah pembukaan, siswa melanjutkan kegiatan KAROMAH (Kegiatan Amaliah Ramadan di Rumah), yang berlangsung sepanjang bulan Ramadan. Kegiatan ini mengintegrasikan nilai-nilai karakter melalui pembiasaan positif di lingkungan keluarga.
2. Pesantren Mandiri dan Ajengan Masuk Sekolah (6–7 dan 24–25 Maret 2025)
Kegiatan Pesantren Mandiri akan digelar di sekolah-sekolah, menghadirkan suasana pesantren bagi siswa tanpa meninggalkan lingkungan belajar mereka. Sementara Ajengan Masuk Sekolah menghadirkan tokoh agama (ajengan) untuk memberikan kajian keislaman yang inspiratif dan membumi.
Program ini ditujukan untuk seluruh warga sekolah, termasuk kepala sekolah, guru, siswa, dan pengawas, sebagai upaya mendalami ajaran Islam dengan pendekatan yang menyenangkan dan kontekstual.
3. Siswa Masuk Pesantren (3–5 dan 8–23 Maret 2025)
Bagi siswa kelas X dan XI, disediakan program Siswa Masuk Pesantren, yang berlangsung di pondok pesantren mitra yang direkomendasikan oleh Kementerian Agama dan telah mendapat persetujuan orang tua.
Selama mengikuti program ini, siswa fokus pada kegiatan spiritual dan penguatan karakter tanpa mengikuti pembelajaran reguler di sekolah.
4. Kegiatan KAROMAH (3–25 Maret 2025)
Seluruh warga sekolah didorong untuk melaksanakan KAROMAH sebagai bagian dari pembiasaan positif di rumah, seperti tadarus Al-Qur’an, shalat tarawih, berbagi takjil, dan berbagai aktivitas sosial keagamaan lainnya.
Untuk siswa dari TKLB, SDLB, SMPLB, dan SMALB kelas X dan XI, kegiatan KAROMAH dan pesantren mandiri juga akan diadaptasi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing sekolah.
Setiap satuan pendidikan diminta menyusun pedoman kegiatan KAROMAH yang terstruktur agar pelaksanaannya lebih maksimal dan merata.
5. Penutupan SmartTren Ramadan (Selasa, 25 Maret 2025)
Rangkaian SmartTren Ramadan akan ditutup secara resmi pada 25 Maret 2025. Penutupan ini akan dihadiri oleh Cabang Dinas Pendidikan, kepala sekolah, guru, pengawas, dan siswa dari berbagai wilayah di Jawa Barat.
Acara penutupan menjadi penanda akhir dari program yang bertujuan menumbuhkan karakter kuat, mempererat solidaritas, dan memperdalam nilai-nilai keislaman di kalangan pelajar.
Melalui SmartTren Ramadan, Dinas Pendidikan Jawa Barat tidak hanya memperkuat aspek spiritual siswa, tetapi juga menanamkan nilai-nilai empati, kepedulian sosial, dan semangat berbagi. Dengan dukungan teknologi digital dan partisipasi aktif sekolah, program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mencetak generasi yang berakhlak mulia dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045. (rls.dd)







Komentar