Pelajar SMAN 3 Penukal Keluhkan Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki

PALI | Dialograkyat.com – Kondisi jalan rusak di Desa Purun Timur, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dikeluhkan para pelajar SMAN 3 Penukal. Jalan utama menuju sekolah mereka sudah lama rusak parah, namun hingga kini belum ada perbaikan dari pihak terkait.

Jalur yang menjadi akses utama siswa menuju SMAN 3 Penukal ini menjadi sangat berbahaya saat hujan karena licin dan berlumpur. Sedangkan pada musim kemarau, debu tebal menyelimuti jalan, menyulitkan jarak pandang dan membahayakan pengendara, terutama pelajar yang mengendarai sepeda motor.

Pantauan di lapangan pada Selasa (5/8/2025), sejumlah siswa berseragam putih abu-abu tampak kesulitan melintasi jalan rusak tersebut. Beberapa bahkan harus saling bantu saat motornya tergelincir di tengah lumpur.

“Saat musim hujan, jalan sangat licin. Kami sering dorong motor teman yang terjebak lumpur. Kalau musim kemarau, debu tebal sekali sampai susah lihat jalan,” ujar Anita, salah satu siswi SMAN 3 Penukal.

Anita menambahkan, jalan yang menghubungkan desanya ke sekolah sebagian besar masih berupa tanah dan batu, yang rentan rusak akibat faktor cuaca. Selain SMAN 3 Penukal, jalur tersebut juga digunakan pelajar dari desa sekitar untuk menuju SMKN 1 Penukal di Desa Babat dan SMPN 4 Penukal di Desa Purun.

“Kami mewakili siswa dan warga, sangat berharap jalan ini dibangun dan diperbaiki. Kalau bisa dicor beton. Jangan sampai ada korban karena kecelakaan. Ini menyangkut keselamatan kami setiap hari,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Purun Timur, Alkat, S.H., membenarkan kondisi jalan tersebut. Menurutnya, jalan tersebut merupakan akses utama warga menuju Kantor Camat Penukal dan ke wilayah tetangga, termasuk ibu kota kabupaten.

“Setiap hari ramai dilalui, baik oleh warga maupun anak-anak sekolah. Tapi memang kondisinya rusak parah dan belum tersentuh pembangunan,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa desanya tak hanya mengalami persoalan infrastruktur jalan, namun juga kendala jaringan internet.

“Kami juga kekurangan sinyal internet. Jadi harapan kami ke pemerintah kabupaten, selain membangun jalan, juga bisa membangun tower sinyal. Dua hal ini sangat penting untuk kemajuan desa kami,” pungkasnya. (jon)

Komentar