Rakor Pengawasan Pangan Jelang Idul Fitri 1447 H, Pemkab PALI Libatkan APH dan Lintas OPD

PALI | Dialograkyat.com – Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) menggelar rapat koordinasi (rakor) persiapan tahap kedua pengawasan pangan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang rapat Dinas Ketapang PALI, Jumat (27/2/2026).

Rakor dihadiri sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait, di antaranya Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Perikanan, Kepala Dinas Koperasi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), perwakilan Kementerian Agama (Kemenag), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Rapat koordinasi lintas OPD di ruang Dinas Ketahanan Pangan PALI dalam rangka persiapan pengawasan pangan menjelang Idul Fitri 1447 H. (dok/ist)

Kepala Dinas Ketahanan Pangan PALI, Khairiman, S.Pt., M.Si., mengatakan rapat tersebut merupakan lanjutan dari tahap awal pengawasan yang sebelumnya difokuskan pada ketersediaan stok sembako dan ketahanan pangan.

“Hari ini kita melaksanakan rapat persiapan tahap kedua pengawasan pangan menjelang Idul Fitri. Jika sebelumnya kita fokus pada ketersediaan stok dan ketahanan pangan, maka pada tahap ini kita memperkuat kerja sama tim lintas dinas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tim pengawasan kini telah resmi dibentuk dan melibatkan aparat penegak hukum, termasuk unsur kejaksaan dan kepolisian. Keterlibatan tersebut bertujuan memastikan ketersediaan bahan pangan di Kabupaten PALI tetap stabil, aman, dan layak dikonsumsi masyarakat.

Menurut Khairiman, sinergi lintas sektor ini penting untuk mengantisipasi potensi peredaran pangan yang tidak memenuhi standar keamanan maupun praktik penimbunan menjelang hari besar keagamaan.

“Kami berharap setelah rapat ini, pelaksanaan pengawasan dapat berjalan optimal sehingga masyarakat memperoleh bahan pangan yang aman, berkualitas, dan tersedia dalam jumlah cukup,” tutupnya. (Jon/Adv)

Komentar