Insan Media Tersinggung Ucapan Tidak Menyenangkan Security SMAN 2 Banjarsari

CIAMIS | Dialog Rakyat | Humas Media Center Kalakay meminta tata cara penerimaan insan jurnalis yang di lakukan oleh pihak SMA Negeri 2 Banjarsari, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat harus segera di benahi.

Hal tersebut lantaran di picu dengan adanya insiden penyebutan ‘gerbombolan’ di depan umum yang di lontarkan satpam sekolah tersebut, saat beberapa insan jurnalis datang untuk ikut melakukan kegiatan peliputan kegiatan perpisahan.

Hal yang miris terjadi dengan adanya tindakan dari satpam tersebut yang menyuruh para insan jurnalis duduk di sekitar pos satpam. Bukan nya mereka di suruh menunggu di lobi sekitar sekolah.

Padahal sebelum terdapat beberapa jurnalis mendapatkan undangan peliputan dari sekolah tersebut. Namun kenyataan nya penerimaan yang di lakukan pihak sekolah sangat berbanding terbalik.

Menurut Dede Hendra (Gezul) humas media center kalakay mengatakan, tindakan yang di lakukan satpam di SMA N 2 Banjarsari tersebut sangat tidak menghargai profesi jurnalistik.

” Apalagi ucapan _gerombolan_ tersebut di ucapkan di depan umum sambil merekam video yang ia kirim kan ke staf humas di sekolah tersebut ” jelasnya.

Hendra juga menambahkan, dirinya juga merasa tercengang karena baru kali ini ia mendengar ada kejadian menimpa insan jurnalistik yang mendapat perilaku tidak sopan dari sebuah instansi di wilayah tersebut.

“Insiden tersebut sama saja melecehkan profesi kami sebagai jurnalis. Dan saya harap kejadian seperti ini tidak sampai terulang kembali menimpa para jurnalis yang akan melakukan kegiatan peliputan ” terangnya.

Hendra mengatakan, dengan adanya kejadian tersebut dirinya pun memiliki pertanyaan besar kepada pihak sekolah terkait bagaimana mekanisme penerimaan tamu yang di lakukan SMA N 2 Banjarsari, baik itu  ketika ada tamu dari intansi maupun dari awak media.

“Biasanya kan ketika ada tamu itu mereka mempersilahkan untuk duduk di lobi sambil menunggu. Bukan malah di suruh menunggu di pos satpam sambil di suruh jongkok ” tuturnya.

Hendra mengatakan, sebenarnya saat insiden tersebut terjadi ada beberapa jurnalis yang ingin masuk dengan maksud menunggu di lobi sekolah. Namun satpam di sekolah itu melarang sambil berteriak jangan masuk.

” Dalam waktu dekat ini, kami berencana akan mendatangi kepala sekolah mengenai adanya insiden, bukan maksud kami ingin memperpanjang masalah, namun kami hanya ingin kejelasan dari yang bersangkutan sambil menanyakan prosedur penerimaan tamu yang datang ke sekolah itu ” pungkasnya.

Sementara itu Ilham salah seorang satpam di sekolah SMA Negeri 2 Banjarsari mengatakan, pihaknya mengakui telah melontarkan ucapan tersebut kepada para awak media yang datang. Namun maksud dari perkataan nya tersebut ia mengklaim hanya sebuah candaan.

” Maka dari itu saya secara pribadi memohon maaf atas tindakan serta ucapan yang saya lontarkan kepada teman teman jurnalis tadi. Saya hanya bercanda, dan tidak terpikirkan malah menyinggung teman-teman semua ” ucapnya.

Hal senada juga di katakan oleh Fahmi, staf humas di SMA N 2 Banjarsari yang menyebutkan, permintaan maaf dari pihak sekolah atas adanya kejadian yang menimpa rekan rekan jurnalis Saat hendak melakukan peliputan kegiatan.

” Dengan adanya insiden ini, kami akan segera melakukan evaluasi kepada para satpam agar kejadian serupa tidak sampai terulang kembali ” pungkasnya. (masluh)

Komentar